Sumsel

Iran Sita Drone Kapal Selam AS Dive LD yang Paling Modern, Amerika Kalah Total?

Septiyanti Dwi Cahyani | 10 September 2026, 08:00 WIB
Iran Sita Drone Kapal Selam AS Dive LD yang Paling Modern, Amerika Kalah Total?
Arsip foto - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan di antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah AS melancarkan serangan pertamanya pada awal September sejak gencatan senjata Juli 2026.

AS melancarkan serangan perdananya ke wilayah Sirik dan mengenai sebuah acara pernikahan warga sipil.

Iran pun melancarkan aksi balasan serangan.

Baca Juga: Beras Premium 5 Kg Masih Langka di Sumsel, Ternyata Ini Penyebabnya

Terbaru, Korps Garda Revolusi Islam ( IRGC ) menyatakan Angkatan Kedirgantaraan mereka telah menyerang Pangkalan Udara al-Azraq milik AS di Yordania dengan rentetan rudal, seraya menyebut operasi tersebut sebagai balasan atas agresi Amerika terhadap kapal tanker minyak Iran.

Menurut pernyataan tersebut, serangan itu melibatkan rudal balistik berbahan bakar padat maupun cair dan menyasar fasilitas persiapan pesawat, serta tempat perlindungan bagi pesawat tempur F-35, F-16, dan F-15.

Korps tersebut menyatakan bahwa serangan itu menimbulkan kerusakan parah pada pasukan musuh.

Baca Juga: Harga TBS Sawit Sumsel Tembus Rp3.809 per Kg pada Awal September

Sementara itu, sejumlah video yang memperlihatkan serangan tersebut menunjukkan rudal-rudal Iran yang membawa hulu ledak klaster menghantam pangkalan itu tanpa menghadapi hambatan apa pun.

Sistem pertahanan udara Patriot milik AS terlihat dalam rekaman tersebut melakukan peluncuran besar-besaran namun gagal mencapai sasaran.

IRGC menyatakan bahwa operasi rudal ini dilakukan setelah Amerika Serikat menyerang beberapa kapal komersial dan kapal minyak Iran.

Baca Juga: Harga Karet Sumsel Melonjak Rp2.517 per Kg dalam Dua Hari, Tembus Rp43.650

Pihaknya juga menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan melanjutkan operasi mereka hingga agresi AS dihentikan.

Dalam kesempatan berbeda, IRGC juga mengumumkan penyitaan salah satu kapal selam pintar tak berawak paling modern milik militer AS yang disebut dengan Dive-LD.

Pada Selasa (8/9/2026), IRGC merilis video yang diklaim sebagai drone bawah laut canggih milik AS.

Baca Juga: Kapolri Mutasi 9 Brigjen Pol ke Bareskrim, Ini Daftar Nama-namanya

Rekaman tersebut memperlihatkan wahana berbentuk silinder berwarna abu-abu metalik yang menyerupai torpedo, dengan panjang sekitar 5,8 meter, lebar 1,2 meter, dan berat sekitar 2,7 ton.

Menurut pernyataan IRGC, wahana bawah laut ini mampu beroperasi di bawah air hingga 10 hari dan mencapai kedalaman maksimum 6.000 meter.

Militer Iran mengidentifikasinya sebagai drone Dive-LD yang dikembangkan oleh kontraktor pertahanan AS, Anduril Industries, dan mulai beroperasi pada April 2025.

Baca Juga: 5.572 Dosis Vaksin PMK Belum Disuntikkan, Sumsel Kejar Target Rampung September

Di sisi lain, Pentagon menanggapi insiden tersebut dengan nada meremehkan, menyatakan bahwa itu hanyalah drone lama tanpa peralatan apa pun.

Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins, juru bicara CENTCOM mengatakan wahana bawah laut itu sedang memantau perairan kawasan tersebut dan tidak mengumpulkan data sensitif maupun membawa peralatan sonar atau radar rahasia.

Namun demikian, juru bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi tetap menyatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bukti teknologi canggih sekalipun tidak dapat menembus lapisan pengawasan Iran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Jadi Kawasan Tertib Lalu Lintas, Jalan POM IX Palembang Masih Dihantui Parkir Liar

Ia mengatakan bahwa penangkapan kapal selam nirawak paling canggih milik militer AS keluaran tahun 2025 pada saat fajar itu menunjukkan kekuatan kemampuan pengawasan Iran di jalur perairan strategis tersebut.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.