Sumsel

Penampakan Terkini Kapal Induk Abraham Lincoln AS Usai 280 Perangi Iran, Kondisi Karatan Mengenaskan

Septiyanti Dwi Cahyani | 4 September 2026, 20:56 WIB
Penampakan Terkini Kapal Induk Abraham Lincoln AS Usai 280 Perangi Iran, Kondisi Karatan Mengenaskan
Penampakan kapal induk Abraham Lincoln. - The Guardian.

AKURAT. CO SUMSEL - Kapal induk USS Abraham Lincoln milik Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya tiba di Pelabuhan Laem, Chabang, Thailand pada Rabu (2/9/2026) dengan kondisi sangat mengenaskan.

Kapal sepanjang 1.100 kaki itu terlihat begitu mengenaskan karena dipenuhi karat dari haluan hingga buritan.

Foto-foto yang beredar di media memperlihatkan kapal dipenuhi karat, cat yang mulai aus dan mengelupas, serta penumpukan alga di sepanjang lambung kapal, garis air, tepian dek penerbangan, dan sponson.

Baca Juga: Tekan Karhutla, Pemprov Sumsel Dorong 977 Hektare Lahan Terbengkalai di Muba Jadi Sawah

Kondisi ini sangat kontras dengan penampilannya yang jauh lebih bersih ketika kapal tersebut sempat singgah di Guam pada Desember lalu.

Para pakar mengatakan korosi atau karat tersebut merupakan hal yang wajar setelah kapal terpapar air laut dalam waktu lama tanpa kesempatan paerawatan besar, terutama ketika berada dalam kondisi operasi tempur.

Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS yang pernah bertugas untuk Kapal Induk Nimits mengatakan, memperbaiki kapal di tengah laut sangat tidak praktis dalam situasi operasional.

Baca Juga: Jambret HP Pelajar SMP di Palembang, Korban Terseret Motor hingga 200 Meter

Pekerjaan itu mengharuskan awak diturunkan ke sisi lambung kapal untuk mengikis karat, mengoleskan primer pencegah karat, kemudian mengecat ulang dengan warna abu-abu khas kapal perang AS.

Menurut perkiraannya, pekerjaan preservasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 hari.

Sementara itu, William Freer, peneliti di Council on Geostrategy, mengatakan meskipun tingkat keausan kapal terlihat cukup parah, fakta bahwa kapal yang mulai berdinas pada 1989 mampu menjalani periode operasi yang begitu panjang merupakan bukti kemampuan Angkatan Laut AS mengerahkan kapal-kapalnya hingga batas kemampuan operasional ketika diperlukan.

Baca Juga: Hotspot Sumsel Tembus 1.079 Titik, Banyuasin Tertinggi Capai 394 Titik

Diketahui, USS Abraham Lincoln meninggalkan pangkalan utamanya di San Diego pada November lalu untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah.

USS Abraham Lincoln mendukung misi tempur dan blokade maritim terhadap Iran di Timur Tengah selama berbulan-bulan setelah dialihkan dari kawasan Pasifik.

Kapal itu hanya melakukan beberapa kali persinggahan singkat di Guam dan Oman untuk mendapatkan pasokan.

Baca Juga: Jambret HP Pelajar SMP di Palembang, Korban Terseret Motor hingga 200 Meter

Kapal induk biasanya melakukan kunjungan ke pelabuhan setiap 30 hingga 45 hari untuk menjalani perawatan dan memberikan waktu istirahat bagi para awaknya.

Namun, periode pelayaran USS Lincoln jauh melampaui rekor-rekor modern.

Termasuk lebih dari 200 hari berturut-turut tanpa kunjungan pelabuhan penuh yang memberikan kesempatan awak untuk beristirahat dan turun dari kapal. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.