Penampakan Terkini Kapal Induk Abraham Lincoln AS Usai 280 Perangi Iran, Kondisi Karatan Mengenaskan

AKURAT. CO SUMSEL - Kapal induk USS Abraham Lincoln milik Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya tiba di Pelabuhan Laem, Chabang, Thailand pada Rabu (2/9/2026) dengan kondisi sangat mengenaskan.
Kapal sepanjang 1.100 kaki itu terlihat begitu mengenaskan karena dipenuhi karat dari haluan hingga buritan.
Foto-foto yang beredar di media memperlihatkan kapal dipenuhi karat, cat yang mulai aus dan mengelupas, serta penumpukan alga di sepanjang lambung kapal, garis air, tepian dek penerbangan, dan sponson.
Baca Juga: Tekan Karhutla, Pemprov Sumsel Dorong 977 Hektare Lahan Terbengkalai di Muba Jadi Sawah
Kondisi ini sangat kontras dengan penampilannya yang jauh lebih bersih ketika kapal tersebut sempat singgah di Guam pada Desember lalu.
Para pakar mengatakan korosi atau karat tersebut merupakan hal yang wajar setelah kapal terpapar air laut dalam waktu lama tanpa kesempatan paerawatan besar, terutama ketika berada dalam kondisi operasi tempur.
Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS yang pernah bertugas untuk Kapal Induk Nimits mengatakan, memperbaiki kapal di tengah laut sangat tidak praktis dalam situasi operasional.
Baca Juga: Jambret HP Pelajar SMP di Palembang, Korban Terseret Motor hingga 200 Meter
Pekerjaan itu mengharuskan awak diturunkan ke sisi lambung kapal untuk mengikis karat, mengoleskan primer pencegah karat, kemudian mengecat ulang dengan warna abu-abu khas kapal perang AS.
Menurut perkiraannya, pekerjaan preservasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 hari.
Sementara itu, William Freer, peneliti di Council on Geostrategy, mengatakan meskipun tingkat keausan kapal terlihat cukup parah, fakta bahwa kapal yang mulai berdinas pada 1989 mampu menjalani periode operasi yang begitu panjang merupakan bukti kemampuan Angkatan Laut AS mengerahkan kapal-kapalnya hingga batas kemampuan operasional ketika diperlukan.
Baca Juga: Hotspot Sumsel Tembus 1.079 Titik, Banyuasin Tertinggi Capai 394 Titik
Diketahui, USS Abraham Lincoln meninggalkan pangkalan utamanya di San Diego pada November lalu untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah.
USS Abraham Lincoln mendukung misi tempur dan blokade maritim terhadap Iran di Timur Tengah selama berbulan-bulan setelah dialihkan dari kawasan Pasifik.
Kapal itu hanya melakukan beberapa kali persinggahan singkat di Guam dan Oman untuk mendapatkan pasokan.
Baca Juga: Jambret HP Pelajar SMP di Palembang, Korban Terseret Motor hingga 200 Meter
Kapal induk biasanya melakukan kunjungan ke pelabuhan setiap 30 hingga 45 hari untuk menjalani perawatan dan memberikan waktu istirahat bagi para awaknya.
Namun, periode pelayaran USS Lincoln jauh melampaui rekor-rekor modern.
Termasuk lebih dari 200 hari berturut-turut tanpa kunjungan pelabuhan penuh yang memberikan kesempatan awak untuk beristirahat dan turun dari kapal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









