Sumsel

Nekat Curi Motor di Asrama Polisi Palembang Siang Bolong, Pria 49 Tahun Ditangkap Warga

Deny Wahyudi | 15 September 2026, 16:55 WIB
Nekat Curi Motor di Asrama Polisi Palembang Siang Bolong, Pria 49 Tahun Ditangkap Warga

AKURAT.CO SUMSEL Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dilakukan secara nekat oleh dua pria di sebuah asrama polisi (aspol) di Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Tak hanya beraksi di lingkungan asrama polisi, pencurian tersebut dilakukan pada siang hari sekitar pukul 14.30 WIB. Salah satu pelaku bahkan berhasil ditangkap setelah ciri-cirinya dikenali warga.

Pelaku yang ditangkap yakni Badri Zamharis (49), warga 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Sementara rekannya berinisial Y masih buron dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Ilir Timur II AKP Firmansyah mengatakan, kedua pelaku nekat masuk ke kawasan asrama polisi untuk mencuri sepeda motor milik seorang anggota Polri.

Saat kejadian, korban meninggalkan sepeda motornya dalam kondisi stang terkunci. Ketika kembali, kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat.

Baca Juga: Ratu Dewa Minta Orang Tua Bersabar, PJJ Palembang Menunggu ISPU Stabil

"Kejadian sekitar pukul 14.30 WIB, lokasinya di asrama polisi di sebelah Mapolsek Ilir Timur II. Korban meninggalkan motor dalam kondisi terkunci stang, begitu keluar lagi motor sudah hilang," kata Firmansyah, Selasa (15/9/2026).

Menurut Firmansyah, aksi kedua pelaku diketahui warga yang berada di sekitar lokasi. Warga tersebut sempat melihat ciri-ciri pelaku saat keduanya melarikan diri.

Dari hasil penyelidikan berdasarkan informasi tersebut, polisi akhirnya mengetahui keberadaan Badri dan melakukan penangkapan di kawasan Ilir Timur II.

"Penangkapan tersangka ini dibantu oleh warga, sedangkan temannya melarikan diri. Sepeda motor yang dicuri dibawa oleh temannya," ujarnya.

Kepada penyidik, Badri mengaku tidak mengambil langsung sepeda motor korban. Ia mengaku bertugas memantau situasi ketika rekannya mengeksekusi pencurian.

"Dia yang bertugas memantau situasi. Temannya yang memetik sepeda motor, pakai kunci letter T," kata Firmansyah.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa sepeda motor matik milik Badri yang diduga digunakan untuk mendukung aksi pencurian.

Dari pemeriksaan awal, Badri juga mengaku aksi di asrama polisi tersebut bukan pencurian pertamanya.

Ia mengaku sudah dua kali melakukan pencurian motor bersama Y. Aksi pertama dilakukan di kawasan Lorong Cempedak.

"Yang pertama saya dapat bagian Rp1,4 juta pak, di Lorong Cempedak," ujar Badri.

Badri mengaku melakukan pencurian karena kebutuhan ekonomi. Sehari-hari, ia bekerja membantu pedagang nanas di kawasan Pasar 5 Ulu.

"Saya sehari-hari ikut jualan nanas pak," katanya.

Sementara itu, polisi masih memburu Y yang melarikan diri setelah membawa sepeda motor hasil curian tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia