Sumsel

TBS Sumsel Naik, Harga Tanaman 10-20 Tahun Paling Tinggi

Kurnia | 11 September 2026, 21:00 WIB
TBS Sumsel Naik, Harga Tanaman 10-20 Tahun Paling Tinggi

AKURAT.CO SUMSEL Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatra Selatan (Sumsel) kembali mengalami kenaikan pada periode 1-15 September 2026.

Untuk tanaman kelapa sawit berusia 10-20 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.809,12 per kilogram. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat di Dinas Perkebunan Sumsel pada Rabu (9/9/2026).

Kenaikan harga TBS kali ini terjadi di tengah pergerakan sejumlah komponen pembentuk harga yang berbeda arah.

Pemerhati Sawit Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan salah satu faktor yang mendorong kenaikan TBS adalah meningkatnya harga crude palm oil (CPO).

“Harga CPO yang menjadi salah satu komponen pembentukan TBS naik Rp91,54 per kilogram, dari Rp15.348,70 menjadi Rp15.440,24 per kilogram,” kata Rudi, Jumat (11/9/2026).

Di sisi lain, harga inti sawit justru mengalami penurunan. Komoditas tersebut turun Rp132,35 per kilogram, dari sebelumnya Rp12.830,55 menjadi Rp12.698,20 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada indeks K yang digunakan dalam formula penetapan harga TBS. Indeks tersebut turun dari 93,38 persen menjadi 92,47 persen atau berkurang 0,91 poin persentase.

Menurut Rudi, kondisi tersebut menunjukkan harga TBS tidak ditentukan oleh satu komponen saja. Perubahan harga CPO, inti sawit, indeks K, serta sejumlah faktor lainnya turut memengaruhi nilai yang diterima petani.

“Artinya, pergerakan harga tidak sepenuhnya seragam. Kenaikan CPO menjadi faktor positif, sementara penurunan harga inti sawit dan indeks K menjadi faktor penahan,” ujarnya.

Baca Juga: Harga TBS Sawit Sumsel Tembus Rp3.809 per Kg pada Awal September

Perbedaan harga juga terlihat berdasarkan usia tanaman. TBS dari tanaman berumur tiga tahun ditetapkan Rp3.207,80 per kilogram, sedangkan tanaman berusia 10-20 tahun mencapai Rp3.809,12 per kilogram.

Namun, harga kembali turun pada tanaman berumur 30 tahun yang ditetapkan Rp3.353,79 per kilogram.

Rudi mengatakan usia tanaman bukan satu-satunya faktor yang menentukan nilai TBS. Produktivitas, varietas tanaman, pemeliharaan kebun, kualitas buah hingga rendemen turut berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh petani.

“Umur tanaman saja tidak cukup. Produktivitas, varietas, pemeliharaan kebun, kualitas buah dan rendemen tetap menjadi faktor penting dalam membangun nilai ekonomi kebun sawit,” katanya.

Karena itu, petani diharapkan tidak hanya melihat kenaikan harga TBS, tetapi juga menjaga kualitas hasil panen. Rendemen yang baik dapat membantu petani memperoleh hasil yang lebih optimal ketika harga komoditas mengalami perubahan.

Rudi menilai kualitas bahan tanaman juga menjadi perhatian penting, khususnya bagi petani swadaya.

“Pesannya jelas, kualitas bahan tanaman dan potensi rendemen bukan persoalan kecil,” ujarnya.

Ia memperkirakan pergerakan harga TBS pada periode berikutnya masih akan dipengaruhi oleh perubahan harga CPO, inti sawit dan komponen pembentuk lainnya.

“Yang harus diperhatikan adalah harga, rendemen, potongan, berat bersih, dan hasil akhir yang diterima petani,” kata Rudi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia