Sumsel

Baru Tembus Rp2,45 Triliun, Bapenda Sumsel Kejar Target Pajak Rp4,07 Triliun

Kurnia | 20 Agustus 2026, 19:00 WIB
Baru Tembus Rp2,45 Triliun, Bapenda Sumsel Kejar Target Pajak Rp4,07 Triliun
Ilustrasi

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih harus mengejar penerimaan sekitar Rp1,62 triliun untuk memenuhi target pajak daerah tahun 2026.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel mencatat realisasi penerimaan pajak daerah baru mencapai Rp2,45 triliun atau 60,34 persen dari target Rp4,07 triliun.

Artinya, masih terdapat sekitar 39,66 persen atau Rp1,62 triliun penerimaan yang harus dikejar hingga akhir tahun.

Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan mengatakan, realisasi pajak tersebut berasal dari sejumlah sektor pajak daerah. Salah satu penyumbang terbesar berasal dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB).

" Sektor terbesar disumbang dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Pajak air permukaan saat ini sudah on the track, berjalan sesuai rencana dan target di angka 60 persen lebih dengan program Siguntang ini," katanya, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Kecanduan Narkoba Bikin Gangguan Kejiwaan, Apakah Ditanggung BPJS? Ini Jawabannya

Penerimaan PBB-KB hingga 14 Agustus 2026 tercatat Rp1,13 triliun atau 73,23 persen dari target Rp1,54 triliun.

Sementara itu, pajak air permukaan telah mencapai Rp23,54 miliar atau 68,62 persen dari target Rp34,31 miliar.

Untuk pajak alat berat, realisasinya mencapai Rp3,48 miliar atau 55,36 persen dari target Rp6,30 miliar.

Kemudian, penerimaan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) mencapai Rp456,30 miliar atau 54,62 persen dari target Rp835,43 miliar.

Pajak rokok menyumbang Rp398,44 miliar atau 53,50 persen dari target Rp744,77 miliar. Sedangkan pajak kendaraan bermotor (PKB) mencapai Rp434,30 miliar atau 49,63 persen dari target Rp875,04 miliar.

Di antara sejumlah sektor pajak, opsen pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) menjadi penerimaan dengan capaian paling rendah.

Hingga 14 Agustus, penerimaan dari sektor tersebut baru mencapai Rp8,35 miliar atau 28,55 persen dari target Rp29,27 miliar.

Achmad menjelaskan, rendahnya realisasi opsen pajak MBLB salah satunya dipengaruhi proses penyerapan penggunaan pajak galian di kabupaten dan kota yang masih berlangsung.

Meski begitu, Bapenda Sumsel memperkirakan penerimaan dari sektor tersebut masih dapat meningkat hingga penghujung 2026.

Untuk mengejar kekurangan penerimaan sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak, Bapenda Sumsel mengoptimalkan program Siguntang Menyapa.

Program tersebut digelar setiap Selasa dengan mendatangi sejumlah pusat perekonomian, sekolah dan perkantoran pemerintah.

Melalui program tersebut, petugas memberikan pengingat secara persuasif kepada masyarakat yang masih memiliki tunggakan pajak.

"Untuk Siguntang di tahun 2026 ini merupakan tahun pertama berjalan. Dari total 30.000 penunggak pajak yang terdata, sebanyak 3.600 penunggak sudah kita ingatkan secara persuasif untuk membayar pajaknya," jelas Achmad.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia