Sumsel

Kisah Cinta di Usia Senja, Pasangan Lansia di OKI Menikah dengan Mahar Emas, Uang Rp10 Juta dan Sawah

Kurnia | 2 September 2026, 17:14 WIB
Kisah Cinta di Usia Senja, Pasangan Lansia di OKI Menikah dengan Mahar Emas, Uang Rp10 Juta dan Sawah
Kisah Cinta di Usia Senja, Pasangan Lansia di OKI Menikah dengan Mahar Emas, Uang Rp10 Juta dan Sawah. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Menikah di usia senja menjadi pilihan H. Ahyar (73) dan Bontet (66), warga Kedukan, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Keduanya resmi menjadi pasangan suami istri dalam akad pernikahan yang digelar pada 29 Agustus 2026.

Pernikahan tersebut mencuri perhatian warga bukan hanya karena usia kedua mempelai, tetapi juga karena mahar yang diberikan Ahyar kepada Bontet.

Dalam pernikahan itu, Ahyar memberikan mahar berupa emas tiga suku atau sekitar 20,1 gram, uang tunai Rp10 juta, serta sebidang sawah seluas lima lineng.

Momen pernikahan pasangan lansia ini kemudian ramai di media sosial setelah diunggah oleh seorang makeup artist (MUA) bernama Citra.

Dalam video tersebut, Ahyar dan Bontet terlihat duduk bersanding mengenakan busana pengantin berwarna merah.

Citra menyebut pernikahan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang berkesan selama dirinya merias pengantin.

Pasalnya, kedua mempelai memiliki usia yang sudah tidak muda lagi. Pengantin perempuan berusia 66 tahun, sedangkan pengantin laki-laki berusia 73 tahun.

Baca Juga: BNNP Sumsel Bongkar Dua Kasus Jaringan Malaysia-Palembang-PALI, Sita 47 Kg Sabu dan 9.439 Ekstasi

Kepala Desa Terusan Menang, Riril, membenarkan pernikahan tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat.

Menurut Riril, mahar yang diberikan Ahyar memang sesuai dengan permintaan Bontet sebelum pernikahan.

"Memang sempat menghebohkan karena permintaan mahar yang cukup banyak dan ramai dihadiri tamu dan undangan," ujar Riril.

Di balik pernikahan tersebut, Ahyar dan Bontet ternyata bukan orang yang baru saling mengenal. Keduanya merupakan tetangga.

Hubungan mereka kemudian berkembang setelah keduanya dijodohkan. Dari proses tersebut, Ahyar dan Bontet akhirnya sepakat untuk membangun rumah tangga bersama.

Usai menikah, Ahyar kini tinggal bersama Bontet untuk menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri.

Bagi Riril, keputusan keduanya menikah di usia senja menjadi cerita tersendiri. Pernikahan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keinginan untuk memiliki pasangan hidup tidak mengenal batas usia.

"Usia yang tidak muda lagi tapi tak ingin menghabiskan masa tua sendiri," jelasnya.

Riril pun berharap rumah tangga Ahyar dan Bontet dapat berjalan harmonis dan bertahan hingga akhir hayat.

"Semoga saja pernikahan mereka langgeng," katanya.

Ia menambahkan, pernikahan pasangan lansia dengan cerita dan mahar yang cukup mencuri perhatian tersebut menjadi salah satu peristiwa yang ramai dibicarakan masyarakat di wilayahnya sepanjang tahun ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia