Bukan Netanyahu, Inilah Sosok PM Israel yang Pernah Tewas Akibat Ditembak Orang Tak Dikenal

AKURAT. CO SUMSEL - Kabar tewasnya Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu hingga kini masih menjadi perbincangan hangat warganet di berbagai belahan dunia.
Salah satu isu yang berkembang adalah pimpinan Zionis itu tewas akibat penembakan.
Spekulasi pun terus meningkat seiring dengan absennya Netanyahu dalam rapat darurat yang digelar jajaran petinggi Israel.
Baca Juga: Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Berikut Prediksi Lebaran Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah
Kendati demikian, hingga berita ini ditulis belum ada kabar resmi terbaru terkait kondisi Benjamin Netanyahu yang sebenarnya.
Berbicara tentang penembakan terhadap PM Israel, ternyata insiden ini memang pernah terjadi dalam sejarah negara zionis tersebut, yakni pada Yitzhak Rabin.
Peristiwa tragis itu terjadi tepatnya pada 4 November 1995 di Tel Aviv, saat Rabin menghadiri aksi besar yang menyerukan perdamaian antara Israel dan negara-negara Arab.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, 20 Aduan THR Masuk di Sumsel, Kasus Tak Dibayar Mendominasi
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya perdamaian.
Namun, setelah acara selesai dan ia hendak meninggalkan lokasi, seorang pria tak dikenal berhasil mendekati Rabin dan melepaskan tembakan dari jarak dekat.
Dua peluru mengenai tubuh Rabin. Rabin pun segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.
Baca Juga: Kamar Kos Mahasiswi di Kemang Manis Palembang Dibobol, Tiga Unit Laptop Raib Digondol Maling
Peristiwa tersebut menjadikan Rabin sebagai perdana menteri Israel pertama yang tewas akibat penembakan saat masih menjabat.
Pelaku kemudian ditangkap dan diketahui bernama Yigal Amir, seorang mahasiswa Yahudi yang menentang keras kebijakan perdamaian Rabin dengan Palestina.
Penolakan itu berkaitan dengan langkah Rabin dalam menandatangani Perjanjian Oslo bersama pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Yasser Arafat pada 1993.
Baca Juga: Sengkarut Macet Horor Jalinsum Palembang-Jambi Terungkap, Kapolda Sumsel Sentil Truk ODOL
Perjanjian tersebut memberikan otonomi bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, dan menjadi tonggak penting dalam upaya perdamaian di kawasan.
Atas upaya tersebut, Rabin bersama Arafat dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 1994.
Namun, kebijakan itu juga memicu penolakan keras dari kelompok nasionalis Israel.
Baca Juga: Tergiur Investasi Pulsa Untung Cepat, Wanita di Palembang Tertipu Rp42 Juta
Pelaku penembakan, Yigal Amir, diketahui memiliki pandangan ultra-nasionalis dan menganggap Rabin telah menyerahkan tanah Yahudi.
Dalam persidangan, Amir bahkan mengaku tidak menyesali perbuatannya, hingga akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






