Sumsel

Ramai Isu PM Israel Tewas, Dimana Netanyahu Usai Serang Iran?

Septiyanti Dwi Cahyani | 13 Maret 2026, 08:00 WIB
Ramai Isu PM Israel Tewas, Dimana Netanyahu Usai Serang Iran?
PM Israel, Benjamin Netanyahu

AKURAT.CO SUMSEL - PM Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan meninggal dunia akibat serangan Iran.

Isu ini sontak membuat warga dunia heboh. Kabar meninggalnya Netanyahu viral di media sosial pada Selasa (10/3/2026).

Ditambah dengan ketidakhadiran Netanyahu di ruang publik selama beberapa hari terakhir semakin memicu berbagai pertanyaan.

Baca Juga: Jangan Sampai Terjebak, Ini 22 Titik Kemacetan Saat Mudik Lebaran 2026 di Sumsel

Kendati demikian, hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan bahwa pimpinan Israel itu mengalami luka atau bahkan meninggal dunia.

Berikut adalah rangkaian fakta di balik munculnya isu Benjamin Netanyahu tewas akibat serangan Iran.

Spekulasi Muncul dari Media Iran

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, 458 Masjid di Sumsel dan Tempat Ibadah Lainnya Disiapkan Jadi Tempat Singgah Pemudik

Spekulasi tewasnya pimpinan tertinggi Israel ini bermula dari laporan media Iran, Tasnim News Agency pada Selasa (10/3/2026).

Media itu menyebut Netanyahu kemungkinan tewas atau terluka parah akibat serangan balasan Iran.

Media tersebut juga menyoroti bahwa Netanyahu tidak muncul di hadapan publik selama hampir empat hari.

Baca Juga: Sering Melamun dan Ketakutan, Remaja di Palembang Ternyata Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri

Hal itu dianggap tidak biasa karena sebelumnya ia kerap merilis pesan video hampir setiap hari kepada publik.

Tasnim juga mengeklaim bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir serta saudara Netanyahu, Iddo Netanyahu, kemungkinan turut menjadi korban.

Namun, Tasnim mengakui bahwa klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga: Modus Minta Berhenti di ATM, Driver Ojol di Palembang Dipukul Penumpang lalu Motor Dibawa Kabur

Pembatalan Kunjungan AS

Spekulasi semakin meningkat setelah dua utusan Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff dan Jared Kushner secara mendadak membatalkan rencana kunjungan ke Israel.

Kunjungan tersebut sebelumnya dijadwalkan untuk membahas konflik yang terus meluas antara Israel dengan Iran.

Baca Juga: Diduga Rebutan Lahan Parkir, Pria di Palembang Disabet Pedang hingga Bahu Robek

Namun, hingga berita ini ditulis, baik pemerintah AS maupun Israel belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pembatalan kunjungan tersebut.

Penamanan Kediaman PM Israel Diperketat

Selain itu, beredar pula laporan yang menyebut bahwa pengamanan di sekitar kediaman resmi PM Israel diperketat.

Baca Juga: Suporter Berharap Sriwijaya FC Hanya Semusim di Liga 3, Target Bangkit ke Liga 2

Namun, tidak ada keterangan resmi yang mengaitkan langkah pengamanan tersebut dengan kondisi terkini Netanyahu.

Bantahan Media Israel

Sementara itu, media Israel The Jerusalem Post menyebut klaim tentang kematian Netanyahu sebagai teori konspirasi tanpa bukti.

Baca Juga: Suporter Berharap Sriwijaya FC Hanya Semusim di Liga 3, Target Bangkit ke Liga 2

Menurutnya, laporan tersebut hanya berisi gabungan sejumlah informasi yang bersifat tidak langsung.

Seoerti absennya video Netanyahu terbaru, laporan peningkatan keamanan di sekitar rumahnya hingga penundaan kunjungan pejabat asing ke Israel.

Untuk membantah kabar kematian Netanyahu, The Jerusalem Post juga menampilkan informasi publik yang menunjukkan Netanyahu masih menjalankan aktivitas resmi.

Baca Juga: Iran Ajukan 3 Syarat Akhiri Perang dengan Amerika Israel

Kantor Perdana Menteri Israel tercatat merilis pernyataan resmi Netanyahu pada 7 Maret 2026.

Di sisi lain, portal Pemerintah Israel juga melaporkan bahwa Netanyahu sempat mengunjungi lokasi dampak serangan di Beersheba pada 6 Maret 2026 dan melakukan percakapan telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.