Siapa Pemilik PT IMIP yang Disebut Pengoperasi Bandara Tanpa Imigrasi dan Bea Cukai di Morowali?

AKURAT. CO SUMSEL - Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) hingga kini masih menjadi sorotan usai Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebut bandara tersebut anomali lantaran tak memiliki perangkat negara di dalamnya.
Baik itu dari pihak penerbangan, Imigrasi maupun Bea Cukai.
Bandara ini kabarnya terintegrasi dengan salah satu kawasan industri besar di Morowali, Sulawesi Tengah, yakni PT IMIP.
Baca Juga: Sinopsis Legenda Kelam Malin Kundang, Ketika Cerita Rakyat Diangkat Jadi Film Layar Lebar
PT IMIP merupakan kawasan industri yang berkembang pesat dan kini menjadi rantai pasok global untuk industri stainless steel dan baterai kendaraan listrik.
Berdasarkan keterangan Pengamat dari ITB, Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro, Bandara IMIP disebut sebagai private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki PT IMIP.
Bandara ini digunakan untuk logistik industri, mulai dari pengangkutan pekerja hingga material industri. Lantas, siapa pemilik PT IMIP itu sendiri?
Baca Juga: Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Kamis 27 November 2025
Pemilik PT IMIP
Berdasarkan keterangan tertulis di laman resmi PT IMIP, pemegang saham terbesar di perusahaan ini adalah Shanghai Decent Investment Group yang menggenggam sahams sebanyak 49,69 persen.
Shanghai Decent Investment sendiri merupakan anak usaha Tsingshan Holding Group, salah satu perusahaan produsen baja terbesar di dunia asal China.
Baca Juga: Penerimaan Negara Sumsel Capai Rp12,12 Triliun per Oktober 2025, Disokong Pajak Sawit dan CPO
Tsingshan Holdings didirikan pada tahun 1988 oleh konglomerat Xiang Guangda (salah satu orang terkaya di China Daraan dengan catatan kekayaan mencapai 28 miliar dollar AS pada 2018 menurut Forbes) di Wenzhou.
Perusahaan ini kemudian memasuki industri nikel Indonesia pada tahun 2009.
Jenis Usaha Tsingshan Holdings
Baca Juga: BMKG Imbau Warga Sumsel Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 30 November 2025
Selain PT IMIP yang bisnisnya di bidang pengelolaan kawasan industri nikel, Tsingshan Holdings juga memiliki anak usaha lainnya di Indonesia, yakni PT Tsingshan Steel Indonesia (PT TSI).
PT TSI memproduksi nikel dalam bentuk pig iron dengan kapasitas produksinya mencapai 500.000 ton per tahun.
Untuk mendukung operasional smelter, raksasa nikel China ini juga membangun pembangkit listrik di Morowali berkapasitas 2x65 Megawatt (MW).
Baca Juga: Penerbangan Langsung Palembang–Singapura Dibuka Kembali, Sumsel Perkuat Konektivitas Internasional
Tsingshan Holdings juga mengoperasikan smelter lainnya di IMIP melalui PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS).
Perusahaan ini sempat jadi sorotan pada Desember 2023 lantaran fasilitas smelternya meledak hingga menyebabkan 18 orang meninggal, termasuk beberapa di antaranya pekerja WN China.
Selain beroperasi di Indonesia, operasi Tsingshan Holding Group juga tersebar di India, Singapura, Amerika Serikat, dan negara-negara lain, serta mengelola lebih dari 15 anak perusahaan atau kantor perwakilan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









