Sumsel

Viral Dry Ice Diduga Jebol Atap Rumah di Palembang, BMKG Ungkap Evaluasi OMC

Kurnia | 19 Oktober 2026, 17:45 WIB
Viral Dry Ice Diduga Jebol Atap Rumah di Palembang, BMKG Ungkap Evaluasi OMC
BMKG Jelaskan Penggunaan Dry Ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Video yang memperlihatkan dugaan bongkahan es jatuh dan melubangi atap rumah warga di Palembang, Sumatera Selatan, viral di media sosial pada Minggu (18/10/2026).

Benda tersebut diduga berkaitan dengan penggunaan dry ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, membenarkan bahwa material yang digunakan dalam kegiatan penyemaian awan tersebut berupa dry ice atau karbon dioksida padat.

Ia menjelaskan, ukuran dry ice yang ideal untuk penyemaian awan sekitar 3 milimeter. Namun, material yang disimpan pada suhu sangat rendah berpotensi menyatu dan membentuk bongkahan lebih besar.

“Semestinya bahan dry ice itu memang ukurannya 3 mili (meter) ya. Tetapi pada saat di penyimpanan itu kan diletakkan di ruang beku yang cukup dingin,” kata Siswanto, Senin (19/10/2026)

Baca Juga: Diduga Beroperasi Selama 5 Tahun, Lokasi Sabung Ayam di Gandus Palembang Digerebek Polisi

Siswanto mengungkapkan, pada hari pertama uji coba OMC, lubang pengeluaran dry ice dari pesawat belum dilengkapi jaring penyaring khusus.

Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi tim untuk memperbaiki mekanisme pelepasan material selama proses penyemaian awan.

Sebagai tindak lanjut, tim memasang penyaring dan alat pemecah agar ukuran dry ice yang keluar dari pesawat lebih kecil dan sesuai dengan kebutuhan operasional.

“Untuk hari berikutnya itu sudah menjadi evaluasi kami, itu ada penyaring ukurannya sendiri. Kemudian ada alat pemecahnya sehingga ukuran dry ice pada saat disemai sudah kecil,” ujarnya.

Terkait video yang beredar, Siswanto meragukan bongkahan dry ice yang dijatuhkan dari pesawat dapat menyebabkan kerusakan pada atap rumah warga.

Menurutnya, material yang jatuh dari ketinggian akan mengalami gesekan dengan udara sehingga ukurannya berpotensi menyusut sebelum mencapai permukaan tanah.

“Kalau dampaknya sampai merusak atap ini, kayaknya kurang jelas. Kalau atap seng, saya yakin enggak,” kata Siswanto.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum memastikan apakah benda yang terlihat dalam video benar-benar berasal dari kegiatan OMC atau menjadi penyebab kerusakan atap yang dilaporkan warga.

BMKG menyatakan evaluasi prosedur penyemaian awan tetap dilakukan untuk memastikan kegiatan modifikasi cuaca berjalan sesuai prosedur operasional dengan memperhatikan keselamatan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia