Dinkes Sumsel Waspadai Lonjakan Kasus DBD pada Desember 2026 hingga Januari 2027

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mewaspadai potensi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada akhir 2026 hingga awal 2027.
Peningkatan kasus diperkirakan terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027 seiring perubahan cuaca setelah periode El Nino.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa Ogahtriyah, mengatakan jumlah kasus dengue di Sumsel mencapai 3.424 kasus dengan 18 kematian hingga 10 Oktober 2026.
“Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan sepanjang 2025, yang mencatat 4.436 kasus dengan 20 kematian,” kata Ira, Senin (12/10/2026).
Meski jumlah kasus tahun ini masih di bawah catatan 2025, Dinkes Sumsel tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan kasus pada penghujung tahun.
Menurut Ira, perubahan cuaca dapat memengaruhi perkembangan nyamuk penyebar dengue. El Niño berpotensi memicu kekeringan dan peningkatan suhu di sejumlah wilayah.
Suhu yang lebih tinggi dapat mempercepat siklus hidup nyamuk serta meningkatkan frekuensi nyamuk mengisap darah. Sementara itu, kesulitan memperoleh air bersih saat kekeringan dapat mendorong masyarakat menampung air untuk kebutuhan sehari-hari.
Jika tidak dikelola dengan baik, wadah penampungan air tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, yang menularkan virus dengue.
Dinkes Sumsel memperkirakan curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi mulai terjadi pada November–Desember 2026. Berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, kasus dengue berpotensi meningkat setelah periode El Niño.
“Kasus dengue diperkirakan meningkat pada Desember 2026 hingga Januari 2027,” ujarnya.
Baca Juga: Terekam CCTV, Dua Pelaku Curanmor Gasak Honda Beat Street di Percetakan Sukarami Palembang
Untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus, Dinkes Sumsel telah mendistribusikan insektisida dan larvasida ke kabupaten dan kota. Pemerintah daerah juga telah menerima surat edaran terkait pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan perkembangbiakan nyamuk dan mengurangi risiko penularan dengue, terutama ketika kondisi cuaca mendukung peningkatan populasi nyamuk.
Dinkes mengingatkan masyarakat agar mengelola tempat penampungan air dengan baik, rutin membersihkan wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah.
Upaya pencegahan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus pada akhir tahun hingga awal 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








