125.721 Kasus ISPA Tercatat di Palembang Sepanjang 2026, Naik Saat Kabut Asap

AKURAT.CO SUMSEL Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat di Kota Palembang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang mencatat sebanyak 125.721 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang 2026.
Kenaikan kasus terlihat ketika kualitas udara Palembang memburuk akibat asap karhutla yang berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel).
Kepala Dinkes Palembang Fenty Aprina mengatakan seluruh pasien ISPA yang tercatat telah mendapatkan penanganan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.
"Untuk kasus ISPA selama tahun 2026 ini tercatat sebanyak 125.721 kasus. Alhamdulillah, dari kasus tersebut tidak ada yang meninggal dunia," ujar Fenty, Senin (28/9/2026).
September menjadi salah satu periode ketika kasus ISPA di Palembang mengalami peningkatan.
Dalam rentang 1 hingga 21 September 2026 saja, Dinkes Palembang mencatat 12.589 kasus ISPA.
Baca Juga: Ratu Dewa Sebut Titik Karhutla Palembang Menurun, Sematang Borang Masih Rawan
Menurut Fenty, kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara akibat paparan asap dan partikulat dari karhutla.
"Memang pada bulan September ini ada kenaikan. Untuk periode 1 sampai 21 September saja tercatat 12.589 kasus ISPA," katanya.
Pada periode ketika kabut asap cukup pekat, jumlah pasien ISPA yang ditangani fasilitas kesehatan bahkan disebut dapat mencapai 706 kasus dalam sehari.
Fenty mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap dan partikulat di udara dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
"Karena kondisi kabut asap, kasus ISPA memang mengalami peningkatan. Tetapi semuanya kita tangani dengan baik melalui fasilitas kesehatan yang ada," ujarnya.
Berdasarkan data terakhir Dinkes Palembang, Kecamatan Sukarami menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA terbanyak dalam pencatatan tersebut, yakni 91 kasus.
Sementara jika dilihat berdasarkan kelompok usia, kasus paling banyak ditemukan pada warga berusia 19 hingga 59 tahun, dengan jumlah mencapai 320 kasus.
Baca Juga: Ops Sikat I Musi 2026 Ungkap 18 Kasus 3C di Sumsel, 40 Orang Diamankan
"Kalau berdasarkan data terakhir, kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Sukarami sebanyak 91 kasus. Kemudian berdasarkan usia, yang paling banyak adalah kelompok 19 sampai 59 tahun dengan 320 kasus," jelas Fenty.
Dinkes Palembang memastikan penanganan terhadap warga yang mengalami gangguan pernapasan tetap dilakukan melalui jaringan fasilitas kesehatan yang tersedia di Kota Palembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









