AKURAT.CO SUMSEL Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali memburuk. Pada Senin (14/9/2026) malam, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 222, masuk kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pukul 20.00 WIB, polutan utama yang menjadi perhatian adalah particulate matter (PM2.5) dengan konsentrasi mencapai 146,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi tersebut membuat masyarakat Palembang perlu lebih waspada, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara.
Data pemantauan juga menunjukkan suhu udara berada di kisaran 27 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 18 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 59 persen.
Baca Juga: 7 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga
Memburuknya kualitas udara Palembang terjadi ketika Sumatera Selatan masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam pemantauan kualitas udara tersebut juga muncul peringatan mengenai adanya kebakaran hutan di sekitar wilayah Sumatera Selatan.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Dengan AQI berada di angka 222, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya aktivitas fisik yang berat.
Kondisi udara yang masuk kategori sangat tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
Masyarakat juga dapat mempertimbangkan penggunaan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Aktivitas olahraga di ruang terbuka sebaiknya dikurangi atau ditunda ketika kualitas udara memburuk.
Selain itu, masyarakat dapat memantau perkembangan kualitas udara secara berkala karena kondisi polusi dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin serta aktivitas kebakaran di wilayah sekitar.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla bukan hanya berdampak pada lahan dan lingkungan, tetapi juga dapat berimbas langsung terhadap kualitas udara yang dihirup masyarakat perkotaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








