Sumsel

Pusri Gelar Pelatihan Menjahit Kampung Sehati, Wujudkan Ekonomi Sirkular

Septiyanti Dwi Cahyani | 8 September 2026, 07:00 WIB
 Pusri Gelar Pelatihan Menjahit Kampung Sehati, Wujudkan Ekonomi Sirkular
PT Pusri Palembang menggelar pelatihan menjahit baju seragam bekas menjadi produk baru yang dipasarkan. - Dok. Istimewa

AKURAT. CO SUMSEL - PT Pusri Palembang terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Sebagai salah satu bagian dari Program Kampung Sehati, Pusri menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Menjahit Kampung Sehati dengan tema “Jahit Kreatif, Mandiri Produktif” sebagai upaya mendukung penerapan ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan.

Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu Kampung Sehati dengan salah satu kegiatan utama berupa pemanfaatan baju seragam bekas menjadi berbagai produk upcycle yang fungsional dan memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga: Wali Kota Ratu Dewa Dampingi Gubernur Sumsel Tinjau Posko Karhutla di Kecamatan Kertapati Palembang

Baju seragam yang sebelumnya tidak lagi digunakan diolah kembali melalui kreativitas dan keterampilan menjahit menjadi produk baru yang dapat dimanfaatkan serta berpotensi untuk dipasarkan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pusri dalam mengurangi limbah tekstil melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Selain meningkatkan keterampilan menjahit dan kreativitas peserta, pelatihan ini juga mendorong masyarakat untuk melihat barang yang sudah tidak digunakan sebagai potensi yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga: Kualitas Udara di Palembang Malam Ini Sangat Tidak Sehat

VP TJSL Pusri, Rahmawati, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pusri dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular.

“Melalui Pelatihan Menjahit Kampung Sehati ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas sekaligus melihat peluang ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya tidak lagi digunakan. Baju seragam bekas dapat diolah menjadi produk baru yang fungsional dan memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Rahmawati.

Baca Juga: Hunian Hotel Berbintang di Sumsel Melesat, Juni Capai 55,16 Persen

Lebih lanjut, Rahmawati menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Creating Shared Value (CSV), di mana program pemberdayaan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan nilai bersama melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui pelatihan ini, Pusri berharap masyarakat Kampung Sehati dapat semakin mandiri dan produktif dalam mengembangkan keterampilan yang dimiliki.

Produk-produk hasil upcycle juga diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Herman Deru Khawatir Ekonomi Sumsel Terdampak

Dengan semangat “Limbah Jadi Berkah, Sampah Jadi Rupiah”, Pusri terus berkomitmen menghadirkan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular melalui kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.