Sumsel

2.502 Kasus TBC Tercatat di Palembang hingga Juni 2026, Dinkes Imbau Warga Tak Abaikan Batuk Berdahak

Kurnia | 4 September 2026, 22:00 WIB
2.502 Kasus TBC Tercatat di Palembang hingga Juni 2026, Dinkes Imbau Warga Tak Abaikan Batuk Berdahak

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat sebanyak 2.502 kasus Tuberkulosis (TBC) ditemukan di wilayah tersebut sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Kepala Dinkes Kota Palembang Fenty Aprina mengatakan, ribuan kasus tersebut merupakan pasien yang dinyatakan positif mengidap TBC berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Untuk jumlah kasus periode Juli-Agustus 2026 masih dalam tahap pendataan,” kata Fenty, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, penanganan dan pencegahan TBC terus dilakukan dengan memperkuat pelacakan kasus di masyarakat.

Tenaga kesehatan di seluruh puskesmas di Kota Palembang turut dilibatkan untuk menemukan warga yang diduga terpapar penyakit tersebut.

Baca Juga: Hotspot Sumsel Tembus 1.079 Titik, Banyuasin Tertinggi Capai 394 Titik

Dinkes Palembang juga menyediakan pemeriksaan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) di puskesmas.

Pemeriksaan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gejala atau masuk dalam kategori suspek TBC.

Fenty mengimbau masyarakat yang mengalami batuk berdahak dalam waktu lama agar tidak menunda pemeriksaan.

Warga dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Bagi warga yang memiliki keluhan batuk berdahak disarankan melakukan pemeriksaan TCM di puskesmas terdekat,” ujarnya.

TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat menyerang organ tubuh lainnya.

Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, tubuh mudah lemas, berat badan menurun, kehilangan nafsu makan, nyeri dada hingga berkeringat pada malam hari.

Penularan TBC dapat terjadi melalui udara ketika penderita mengeluarkan percikan saat berbicara, batuk maupun bersin.

Risiko penularan dapat lebih tinggi pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Fenty menegaskan, TBC bukan penyakit yang hanya menyerang paru-paru. Infeksi tersebut juga dapat mengenai organ lain, seperti tulang, usus dan kelenjar.

“Bahkan bisa menyebabkan kematian,” katanya.

Dengan masih ditemukannya ribuan kasus, masyarakat diimbau lebih peduli terhadap gejala TBC.

Pemeriksaan sedini mungkin dinilai penting agar pasien segera mendapatkan penanganan dan risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia