Sumsel

Aset PJU Palembang Kerap Dicuri, Pemkot Siapkan CCTV AI untuk Buru Pelaku

Kurnia | 1 September 2026, 21:00 WIB
Aset PJU Palembang Kerap Dicuri, Pemkot Siapkan CCTV AI untuk Buru Pelaku
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang menyiapkan langkah baru untuk mengantisipasi pencurian aset Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terjadi di sejumlah titik.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Palembang akan menambah kamera pengawas berbasis Artificial Intelligence (AI) pada akhir 2026.

Penempatan CCTV baru tersebut akan diprioritaskan di lokasi yang dinilai rawan berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang.

Kepala Diskominfo Palembang Kemas Haikal mengatakan pihaknya masih memetakan kebutuhan tersebut bersama Dishub, termasuk menentukan titik yang paling membutuhkan pengawasan.

"Kami terkait instruksi Pak Wali untuk pemantauan banyaknya aset PJU yang hilang melalui CCTV, kami sedang menyusun dan juga sedang meminta data dari Dinas Perhubungan, titik mana saja yang rawan," kata Kemas, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, jumlah CCTV yang akan dipasang belum ditentukan karena harus disesuaikan dengan skala prioritas dan ketersediaan anggaran.

Baca Juga: Sebulan, 1.221 Pengendara di Palembang Kena Tilang Manual, Pelanggaran Didominasi Tak Pakai Helm

Namun, Pemkot Palembang menargetkan penambahan puluhan titik CCTV baru melalui APBD Perubahan 2026.

"Belum tahu, kami nunggu dari Dishub dulu datanya, daerah yang kira-kira prioritas dulu, karena kan CCTV ini juga terbatas," ujarnya.

CCTV Dibekali Teknologi AI

Pengembangan CCTV Palembang nantinya tidak sekadar menambah jumlah kamera. Sistem pengawasan juga akan ditingkatkan menggunakan teknologi AI.

Teknologi tersebut memungkinkan rekaman CCTV dianalisis untuk membantu proses identifikasi seseorang yang terekam melakukan tindak pidana.

Bahkan, sistem tersebut direncanakan terintegrasi dengan data biometrik dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

"Cara contohnya nanti CCTV tadi untuk pengamanan, misalnya ada yang mencuri, kita bisa analisis dari mukanya, biometriknya yang terkorelasi dengan Dukcapil," jelas Kemas.

Dengan sistem tersebut, CCTV diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai kamera pemantau, tetapi juga menjadi bagian dari sistem keamanan kota yang mampu membantu petugas menelusuri kejadian.

Command Center Bakal Aktif 24 Jam

Untuk mendukung sistem tersebut, Pemkot Palembang juga berencana kembali mengaktifkan Command Center.

Pusat kendali ini nantinya digunakan untuk memantau jaringan CCTV selama 24 jam. Sistem juga akan dilengkapi pemicu otomatis sehingga kejadian tertentu dapat segera ditindaklanjuti.

"Makanya nanti kita akan hidupkan lagi Command Center untuk mengontrol CCTV selama 24 jam, jadi ada trigger-nya nanti juga," kata Kemas.

Saat ini Diskominfo Palembang mengelola sekitar 31 titik CCTV. Namun, mulai 1 September 2026, sebanyak 20 titik dihentikan sementara karena menjalani pemeliharaan dan peningkatan sistem.

"Kalau selama ini memang ada, yang dikelola sama Kominfo itu ada lebih kurang 31 titik. Nah ini pun di 20 titik kita lakukan pemberhentian sementara. Per tanggal 1 hari ini kita stop karena akan ada dilakukan pemeliharaan dan upgrade sistem," jelasnya.

Setelah peningkatan sistem selesai, jaringan CCTV akan diperluas. Pemkot memperkirakan sekitar 70 titik baru berpotensi direalisasikan hingga akhir 2026.

Kemas mengatakan fungsi CCTV nantinya tidak terbatas pada pengamanan aset maupun pemantauan tindak kejahatan.

Kamera juga dapat digunakan untuk mengumpulkan data lalu lintas yang dibutuhkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pemantauan arus kendaraan maupun kepentingan pelayanan pemerintahan lainnya.

Seluruh sistem pengawasan akan diarahkan terintegrasi melalui Command Center baru yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

"Jadi CCTV itu kan hanya media. Nanti peruntukannya ada yang sifatnya untuk monitoring, seperti kebutuhan keamanan, ada yang fungsinya sebagai data. Data itu data traffic dan segala macam, nah itu bisa nanti digunakan semuanya oleh OPD terkait," pungkas Kemas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia