Video Santri dengan Mata Lebam Viral, Polda Sumsel Periksa Dugaan Penganiayaan di Ponpes

AKURAT.CO SUMSEL Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di kawasan Jakabaring, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan, tengah ditangani Polda Sumsel.
Kasus tersebut mencuat setelah ayah korban mengunggah video yang memperlihatkan kondisi anaknya dengan bagian mata lebam ke media sosial.
Dalam video itu, ayah korban juga memperlihatkan sosok yang disebut sebagai pihak yang diduga melakukan kekerasan.
Selain mengunggah video, orangtua korban telah membuat laporan resmi ke Polda Sumsel. Laporan tersebut dibuat Lukmanul Hakim (42) pada 2 Agustus 2026 dan kini ditangani Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Ditres PPA) dan PPO Polda Sumsel.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumsel Kombes Pol Andes Purwanti mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah pihak terkait dugaan penganiayaan tersebut.
“Laporan sudah masuk Subdit II yang menangani kasusnya dan sudah dilakukan pemeriksaan. Anggota juga sudah ke TKP kemarin,” ujar Andes, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Dua Warga Tewas Tenggelam di Sungai Baung OKI, Satu Korban Berusaha Menolong
Berdasarkan laporan yang dibuat orangtua korban, dugaan penganiayaan terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.
Saat itu, pihak ponpes sedang menggelar kegiatan tasyakuran. Terlapor berinisial D disebut meminta korban RFA alias A bersama seorang temannya masuk ke masjid untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam laporan tersebut disebutkan, terlapor kemudian marah dan menampar teman korban.
Korban yang melihat kejadian itu kemudian diduga dianggap menantang terlapor. Terlapor disebut sempat menegur korban.
Korban kemudian menjawab bahwa dirinya tidak menantang. Namun, berdasarkan keterangan dalam laporan, korban selanjutnya diduga dipukul sebanyak dua kali hingga mengenai bagian mata.
Korban kemudian terduduk dan dibawa ke kamar. Setelah kejadian tersebut, korban menceritakan apa yang dialaminya kepada orangtuanya.
Perkara tersebut kini masih dalam proses penanganan kepolisian. Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
Selain memeriksa dugaan tindak kekerasan, polisi juga memperhatikan kondisi psikologis korban.
Andes mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk melakukan pemeriksaan psikologis terhadap korban.
Pemeriksaan tersebut dijadwalkan dilakukan dalam pekan ini.
“Untuk traumanya kami sudah koordinasi dengan UPTD PPA dicek psikologinya. InsyaAllah dalam minggu ini akan dicek,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







