Sumsel

Jembatan Utama di Kertapati Ambruk, Warga Terpaksa Putar Jauh untuk Beraktivitas

Deny Wahyudi | 22 Juli 2026, 16:45 WIB
Jembatan Utama di Kertapati Ambruk, Warga Terpaksa Putar Jauh untuk Beraktivitas
Jembatan Penghubung di Kertapati Ambruk, Aktivitas Warga dan Pelajar Lumpuh

AKURAT.CO SUMSEL Jembatan yang menjadi akses utama warga di Jalan Kemas Rindo (Sungki), Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, ambruk pada Rabu (22/7/2026).

Peristiwa ini mengakibatkan aktivitas masyarakat dan pelajar di kawasan tersebut terganggu karena jalur penghubung tidak lagi dapat dilalui.

Ketua RT 43, Riana, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian itu setelah menerima laporan dari warga pada pagi hari.

"Saya mendapat informasi dari warga bahwa jembatan tersebut ambruk. Setelah dicek, kondisinya memang sudah tidak bisa digunakan lagi," ujarnya saat dihubungi, Rabu.

Menurut Riana, jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama yang menghubungkan permukiman warga. Dengan ambruknya jembatan, masyarakat kini harus memutar melalui rute lain yang jaraknya jauh lebih panjang.

"Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat. Sekarang warga dan anak-anak sekolah harus mencari jalan alternatif yang lebih jauh," katanya.

Baca Juga: Gudang Rongsokan di Gandus Palembang Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan badan jembatan telah terlepas dari tiang penyangga. Sejumlah tiang penopang juga tampak roboh sehingga konstruksi jembatan tidak lagi dapat digunakan.

Diduga, derasnya arus Sungai Musi yang mengikis bagian penyangga menjadi salah satu penyebab ambruknya jembatan tersebut. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Meski demikian, Riana mengungkapkan sempat ada warga yang melintas sesaat sebelum jembatan ambruk.

"Tadi sempat ada yang melintas, tetapi alhamdulillah berhasil selamat," ungkapnya.

Ambruknya jembatan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, para pelajar juga harus menempuh perjalanan lebih lama untuk menuju sekolah.

Warga berharap pemerintah kota maupun pemerintah provinsi segera mengambil langkah penanganan, baik dengan membangun jembatan darurat maupun mempercepat perbaikan permanen agar aktivitas masyarakat kembali normal.

"Harapan kami jembatan ini segera diperbaiki karena menjadi akses utama bagi warga untuk bekerja, sekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari," tutup Riana.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia