Impor Sumsel Melonjak di Awal 2026, Barang Modal Jadi Penyumbang Terbesar

AKURAT.CO SUMSEL Aktivitas impor di Sumatera Selatan menunjukkan tren peningkatan sepanjang lima bulan pertama 2026. Kenaikan terbesar terjadi pada impor barang modal yang menjadi penanda meningkatnya aktivitas investasi dan pengembangan sektor industri di daerah tersebut.
Berdasarkan data terbaru, nilai impor barang modal selama periode Januari hingga Mei 2026 meningkat sebesar US$63,10 juta atau tumbuh 28,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tak hanya barang modal, impor bahan baku dan barang penolong juga mengalami kenaikan cukup signifikan mencapai US$53,23 juta atau 26,46 persen secara tahunan.
Sementara itu, impor barang konsumsi turut meningkat meski dengan nilai yang lebih kecil, yakni sebesar US$0,99 juta atau naik 13,90 persen dibandingkan Januari–Mei 2025.
Kondisi serupa juga terlihat pada kinerja impor selama Mei 2026. Seluruh kelompok barang impor tercatat mengalami pertumbuhan cukup tinggi dibandingkan Mei tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pemerintah Minta Publik Tak Terjebak Angka Utang, Rasio terhadap PDB Jadi Ukuran Kesehatan Fiskal
Impor barang modal menjadi kelompok dengan pertumbuhan tertinggi pada Mei 2026, yakni melonjak sebesar US$30,51 juta atau naik 85,86 persen secara tahunan.
Di saat yang sama, impor bahan baku dan barang penolong meningkat US$29,81 juta atau 102,70 persen, sedangkan impor barang konsumsi tumbuh US$1,02 juta atau naik 104,11 persen.
Meski terjadi peningkatan nilai impor, struktur penggunaan barang impor di Sumsel tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Barang modal masih mendominasi komposisi impor dengan kontribusi mencapai 52,09 persen dari total impor Sumsel selama Januari hingga Mei 2026.
Posisi berikutnya ditempati bahan baku dan barang penolong dengan porsi sebesar 46,44 persen. Sementara barang konsumsi hanya menyumbang sekitar 1,48 persen dari total impor.
Dominasi impor barang modal dan bahan baku tersebut menunjukkan bahwa aktivitas impor di Sumsel masih lebih banyak ditujukan untuk mendukung kegiatan produksi, investasi, serta pengembangan industri dibandingkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Peningkatan impor barang modal juga dinilai menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah karena mencerminkan adanya ekspansi usaha dan peningkatan kapasitas produksi di berbagai sektor.
Di sisi lain, tingginya impor bahan baku menunjukkan sektor industri dan manufaktur di Sumsel masih bergantung pada pasokan bahan pendukung dari luar negeri guna menjaga keberlangsungan proses produksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









