Jamin Keamanan Kurban, DKPP Sumsel Gencarkan Vaksinasi PMK di 17 Daerah

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mulai mengintensifkan langkah pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi menjelang Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026.
Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, mengatakan upaya tersebut dilakukan guna memastikan kesehatan hewan ternak sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan kurban maupun konsumsi harian.
“Vaksinasi PMK sudah mulai kita lakukan tahun ini, namun akan kita intensifkan menjelang Idul Adha karena pada momen tersebut kebutuhan hewan ternak meningkat. Meski begitu, vaksinasi tidak hanya dilakukan saat hari besar, tetapi terus berlanjut setelahnya,” ujar Ruzuan, Senin (8/2/2026).
Ia menjelaskan, program vaksinasi diprioritaskan di sentra peternakan serta daerah dengan populasi ternak tinggi. Saat ini, Sumatera Selatan telah menerima sekitar 41 ribu dosis vaksin yang telah didistribusikan ke 17 kabupaten dan kota.
Menurutnya, langkah tersebut membuat pihaknya optimistis pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berlangsung aman dengan ketersediaan hewan kurban yang tetap terjaga, baik dari sisi jumlah maupun kesehatannya.
Baca Juga: Kondisi Terkini Mkdel Diva Siregar Usai Selamat dari Kecelakaan Maut yang Hancurkan Mobilnya
DKPP juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban yang telah mengantongi surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang untuk meminimalisasi risiko penularan penyakit.
Selain vaksinasi, peternak diminta menjaga kebersihan kandang serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan gejala PMK pada ternaknya, seperti luka pada mulut dan kaki atau penurunan nafsu makan.
Ruzuan menegaskan, peningkatan vaksinasi ini bukan karena adanya kasus baru, melainkan sebagai langkah antisipatif mengingat virus PMK masih berpotensi muncul tanpa gejala yang jelas.
“Kita berharap Indonesia bisa bebas PMK pada 2030. Karena itu, vaksinasi harus terus dilakukan sebagai bagian dari pencegahan jangka panjang,” katanya.
Tak hanya itu, DKPP juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak yang keluar dan masuk wilayah Sumsel. Pengawasan ini dinilai penting mengingat mobilitas hewan biasanya meningkat menjelang perayaan kurban, sehingga berisiko mempercepat penyebaran penyakit jika tidak diawasi dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









