Terungkap! Ganjar Enggan Gabung Dalam Kabinet Prabowo-Gibran

AKURAT.CO SUMSEL Baru-baru ini, Ganjar Pranowo dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak berminat bergabung dalam kabinet Prabowo-Gibran apabila dirinya tidak berhasil memenangkan Pilpres 2024. Saat ini, tim Ganjar-Mahfud masih menempati peringkat ketiga dalam perolehan suara menurut data resmi dari KPU.
Pernyataan ini terungkap dalam sebuah wawancara dengan Aiman Witjaksono dalam salah satu program televisi. Sebelum hasil resmi KPU diumumkan, Aiman menanyakan kepada Ganjar mengenai kemungkinan partisipasinya dalam kabinet di masa depan.
Ganjar konsisten dengan sikapnya bahwa ia tidak akan menerima tawaran untuk bergabung dengan kabinet Prabowo-Gibran jika pasangan calon nomor 2 kelak berhasil meraih kemenangan. Tentu saja, Aiman Witjaksono juga menanyakan alasan di balik keputusan Ganjar ini.
Baca Juga: Ganjar Ungkap Isi Pesan Saat Tahu Ahok Mundur… Hok, Lu Udah Mundur?
“Mas Ganjar, kalau seandainya, ini saya bicara (seandainya) karena belum ada penetapan, (kalau seandainya) masuk kabinet, siap?” tanya Aiman, dikutip melalui akun TikTok @officialinews pada hari Kamis (29/2/2024).
Ganjar dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan bergabung dalam kabinet calon presiden manapun, termasuk Prabowo yang saat ini unggul dalam perolehan suara dibandingkan dengan dua calon presiden lainnya.
“Ya tidak,” tutur Ganjar tanpa basa-basi.
“Ini firm? Siapapun capresnya?” tanya Aiman lagi.
“Tidak (masuk kabinet)," tegasnya.
Alasan Ganjar enggan bergabung dalam kabinet nantinya karena dirinya menghormati mereka yang menang di Pilpres 2024, sehingga memberikan keleluasaan kepada kabinet yang berhasil memenangkan pemilihan.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Blusukan ke Pasar Palimo Palembang, Soroti Kenaikan Harga Sembako
“Menghormati mereka yang menang. Kami menghormati siapa yang menang dan kita beri keleluasaan itu untuk mereka menyusun kabinet bersama timnya,” ungkap Ganjar.
Menurut Ganjar, rekonsiliasi politik tidak harus diwujudkan dengan melibatkannya dalam kabinet. Sebaliknya, sistem check and balances diciptakan untuk menjadikan kondisi jauh lebih baik.
“(Rekonsiliasi) jangan diartikan ketika kita tidak di dalam pemerintahan berarti kita tidak damai. Justru check and balances dibuat agar jauh lebih baik. Saya khawatir kalau semua berada di kursi itu, dalam kekuasaan itu, tidak ada yang mengontrol.” tandasnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







