Mata Uang Iran Anjlok ke Level Terendah Tembus 1 Dolar AS Setara 2 Juta Rial, Dapat Apa?

AKURAT.CO SUMSEL - Nilai tukar rial Iran kembali jatuh ke level terendah terhadap dolar Amerika Serikat, yakni melampaui 2 juta rial per dolar di pasar bebas.
Kondisi ini terjadi setelah Washington memberlakukan sanksi terberatnya dalam upaya melumpuhkan ekonomi Teheran.
Mata uang Iran, rial sendiri memang terus mengalami pelemahan hingga jatuh ke level terendah sepanjang sejarah sejak pecah perang melawan Amerika yang telah berlangsung selama enam bulan.
Baca Juga: 9 Daerah di Sumsel Masih Berpotensi Hujan Siang Ini, Sebagian Berlanjut Sampai Besok Pagi
Ditambah sanksi AS dan internasional selama beberapa dekade semakin membuat perekonomian Iran lumpuh.
1 Dolar Tembus 2 Juta Rial Iran
Rial diperdagangkan di level IRR 1,992 juta per dolar AS di pasar tidak resmi pada Senin (24/8/2026), berdasarkan data situs pemantau Bonbast.
Baca Juga: Pencairan Bansos Agustus 2026 Segera Berakhir, Cek Status Penerima Bantuan di Sini
Nilai tersebut melemah 4,5% sejak Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan operasi ekonomi yang disebutnya akan “menghancurkan” Teheran.
Situs pemantau tidak resmi lainnya, TGJU, bahkan mencatat nilai tukar rial sempat menembus level 2 juta per dolar AS pada Minggu (23/8/2026), sebelum ditutup sedikit lebih rendah.
Pelemahan rial terjadi seiring langkah AS yang berupaya mengisolasi Iran secara ekonomi.
Baca Juga: Deretan Film Tayang September 2026, Ada Baby Udon Sampai Detective Conan
Washington bahkan mengancam sejumlah mitra dagang Iran yang masih tersisa, memblokade pelabuhan-pelabuhan utama Iran di Teluk Persia, serta menekan ekspor minyak yang menjadi sumber utama devisa negara tersebut.
1 Dolar AS Dapat Apa di Iran?
Sebelum perang, uang sebesar 2 juta rial bisa membeli sekitar 4 kg tomat, setengah kilogram daging ayam, dan sedikit kurang dari satu liter minyak goreng.
Baca Juga: Jadwal Bioskop CGV Palembang 29 Agustus 2026 Bertabur Film Lokal dan Mancanegara
Saat ini, jumlah uang yang sama hanya bisa membeli sekitar separuhnya saja, dengan kenaikan harga rata-rata tomat sebesar 71 persen, daging ayam 74 persen, dan minyak goreng 177 persen.
Harga insulin, kebutuhan vital bagi penderita diabetes melonjak hingga 642 persen.
Sementara obat-obatan penting seperti parasetamol naik 93 persen, dan susu formula bayi yang sebagian besar disubsidi pemerintah harganya naik 95 persen. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









