Sumsel

Harga Karet Sumsel Melonjak Rp2.517 per Kg dalam Dua Hari, Tembus Rp43.650

Kurnia | 9 September 2026, 20:00 WIB
Harga Karet Sumsel Melonjak Rp2.517 per Kg dalam Dua Hari, Tembus Rp43.650

AKURAT.CO SUMSEL Kabar baik datang bagi petani karet di Sumatera Selatan. Harga karet kembali menguat pada pertengahan pekan dengan kenaikan yang cukup signifikan dalam dua hari perdagangan.

Harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen kini mencapai Rp43.650 per kilogram, naik Rp1.160 dibandingkan perdagangan Selasa yang berada di level Rp42.490 per kilogram.

Sekjen Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumsel Rudi Arpian mengatakan, jika dibandingkan dengan posisi awal pekan, harga tersebut telah mengalami kenaikan total Rp2.517 per kilogram.

“Hari ini harga KKK 100 persen Rp43.650 per kilogram. Naik Rp1.160 dibandingkan Selasa yang Rp42.490 per kilogram,” kata Rudi, Rabu (9/9/2026).

Kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari penguatan harga karet di pasar SGX-Sicom. Harga karet di pasar tersebut tercatat naik dari 241,9 menjadi 249,0 US cent per kilogram.

Menurut Rudi, kenaikan harga di pasar internasional tersebut cukup besar, sementara pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif tipis.

“Kenaikan itu cukup besar dibandingkan dengan perubahan kurs yang justru bergerak tipis,” ujarnya.

Baca Juga: NTP Sumsel Naik 1,58 Persen, Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir

Rudi menjelaskan, kurs yang digunakan dalam perhitungan harga bergerak dari Rp17.565 menjadi Rp17.530 per dolar AS.

Dengan harga SGX-Sicom sebesar 249,0 US cent per kilogram dan kurs tersebut, harga karet dengan KKK 100 persen berada di level Rp43.650 per kilogram.

Penguatan dalam beberapa hari terakhir membuat harga karet kembali bertahan di atas Rp43 ribu per kilogram.

“Kalau melihat pergerakan sejak awal pekan, kenaikannya memang cukup terasa,” kata Rudi.

Meski menjadi kabar positif bagi petani, ia mengingatkan agar pelaku usaha tetap mencermati perkembangan pasar.

Harga komoditas karet dapat berubah mengikuti kondisi pasar global sehingga kenaikan yang terjadi saat ini belum tentu bertahan dalam jangka panjang.

“Tapi kita tetap harus melihat perkembangan pasar karena harga komoditas seperti karet bisa berubah dengan cepat,” ujarnya.

Di tengah membaiknya harga, Rudi juga meminta petani tidak mengabaikan kualitas bahan olahan karet atau bokar.

Kualitas bokar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan hasil penjualan yang diterima petani. Karena itu, momentum kenaikan harga diharapkan dapat dimanfaatkan dengan tetap menjaga mutu hasil produksi.

“Mutu bokar tetap harus dijaga. Jadi ketika harga sedang bagus seperti sekarang, hasil yang diterima petani juga bisa lebih optimal,” katanya.

Untuk perdagangan Rabu (9/9/2026), harga karet berdasarkan kadar karet kering tercatat sebagai berikut:

  • KKK 100 persen: Rp43.650 per kilogram

  • KKK 70 persen: Rp30.555 per kilogram

  • KKK 60 persen: Rp26.190 per kilogram

  • KKK 50 persen: Rp21.825 per kilogram

  • KKK 40 persen: Rp17.460 per kilogram

  • KKK 30 persen: Rp13.095 per kilogram

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia