Rupiah Melemah ke Kisaran Rp17.883 per Dolar AS, Tekanan Global dan Sikap The Fed Jadi Sorotan

AKURAT.CO SUMSEL Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak di zona negatif pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026.
Tekanan dari sentimen global membuat mata uang Garuda dibuka melemah, seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih panjang.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah dibuka di level Rp17.883 per dolar AS, melemah 32 poin atau sekitar 0,18 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.851 per dolar AS.
Memasuki sesi perdagangan siang, pergerakan rupiah masih berfluktuasi dengan rentang Rp17.872 hingga Rp17.900 per dolar AS, mencerminkan tingginya volatilitas di pasar valuta asing.
Pelemahan rupiah terjadi sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Baca Juga: Masuk Awal Bulan, Ini Cara Mengelola Uang Agar Tidak Cepat Habis
Pelaku pasar masih merespons peluang bahwa Federal Reserve (The Fed) belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga acuan di tengah kondisi ekonomi Amerika Serikat yang dinilai masih cukup solid.
Prospek suku bunga tinggi tersebut mendorong investor global kembali memburu aset berbasis dolar AS sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor kebijakan moneter AS, meningkatnya permintaan dolar untuk kebutuhan perdagangan internasional dan arus investasi juga turut memengaruhi pergerakan nilai tukar domestik.
Di sektor perbankan, kurs jual dan beli dolar AS masih menunjukkan variasi sesuai jenis transaksi yang digunakan nasabah.
Bank BCA
e-Rate
Kurs beli: Rp17.830
Kurs jual: Rp17.930
TT Counter
Kurs beli: Rp17.800
Kurs jual: Rp18.075
Bank Mandiri
Special Rate
Kurs beli: Rp17.970
Kurs jual: Rp18.000
TT Counter
Kurs beli: Rp17.730
Kurs jual: Rp18.030
Perlu diketahui, nilai tukar di masing-masing bank dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar valuta asing selama jam operasional.
Meski rupiah berada dalam tren pelemahan, sejumlah pelaku pasar menilai kondisi tersebut masih berada dalam batas yang terkendali.
Langkah Bank Indonesia (BI) mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Intervensi BI di pasar valuta asing, ditambah kebijakan suku bunga acuan yang kompetitif, dinilai mampu meredam tekanan agar rupiah tidak menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Di sisi lain, fundamental ekonomi nasional juga masih menjadi penopang.
Pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil, inflasi yang terkendali di kisaran 3,08 persen, serta masuknya aliran investasi ke sejumlah sektor strategis memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





