Sumsel

4 Fakta Demo Kaltim 21 April 2026: Aksi Memanas di Malam Hari, Peserta Anarkis Diamankan Polisi

Septiyanti Dwi Cahyani | 22 April 2026, 08:00 WIB
4 Fakta Demo Kaltim 21 April 2026: Aksi Memanas di Malam Hari, Peserta Anarkis Diamankan Polisi
Ilustrasi Demo (Unsplash)

AKURAT. CO SUMSEL - Aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (21/4/2026) dilaporkan berakhir ricuh.

Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, komunitas atlet disabilitas, hingga organisasi masyarakat, menggelar aksi dengan berjalan kaki menuju Gedung DPRD Kaltim.

Mereka membawa spanduk, poster, serta berbagai tulisan bernada kritik terhadap pemerintah daerah.

Baca Juga: Jumlah Masih Minim, Pajak Kendaraan Listrik Belum Jadi Andalan Sumsel

Jumlah massa yang terus bertambah membuat kawasan sekitar DPRD Kaltim hingga Kantor Gubernur dipadati peserta aksi, dengan pengamanan ketat dari aparat.

Aksi kritik ini turut disampaikan melalui simbol visual, seperti spanduk bergambar tikus berdasi yang melambangkan dugaan praktik korupsi di lingkungan pemerintahan. Berikut rangkuman fakta-faktanya:

1. Tuntutan Demo 21 April 2026

Baca Juga: Pusri Perkuat Sinergi dengan Petani di Jambi, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Demo 21 April yang berlokasi di Samarinda dipicu oleh keresahan masyarakat terkait transparansi anggaran pemerintah daerah.

Ada tiga tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut, diantaranya:

  • Desakan penggunaan hak angket dan hak interpelasi DPRD Kaltim untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim. 

Baca Juga: Masjid dan Mushola di Sumsel Tembus 17 Ribu, Tersebar Hingga Pelosok Daerah

  • Evaluasi kebijakan dan penggunaan anggaran daerah iyang menjadi perhatian publik, termasuk pengadaan fasilitas dan renovasi rumah jabatan Rp 25 miliar, mobil dinas, ada beli aquarium, alat fitness, meja biliar yang dipertanyakan urgensinya.

  • Penguatan fungsi pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah untuk lebih aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan eksekutif agar tetap berpihak kepada kepentingan publik.

2. Gubernur Bungkam di Tengah Riuhnya Aksi Massa

Baca Juga: Belajar dari Sejarah, Menatap Dunia: Palembang Siapkan HUT ke-1343 Lebih Awal

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dilaporkan keluar dari kantor setelah demo berakhir ricuh sekitar pukul 19.35 WIB.

Saat ditanya perihal demo yang terjadi, Rudy memilih bungkam sambil terus berjalan di tengah pengawalan petugas keamanan.

3. Aksi Memanas di Malam Hari

Baca Juga: Diduga Diperas Rp15 Juta, Lansia di Palembang Alami Kekerasan dan Ancaman Air Keras

Demo yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4) malam, berakhir ricuh.

Polisi membubarkan paksa massa setelah situasi memanas dan sebagian peserta aksi bertindak anarkis.

Kericuhan terjadi di kawasan Jalan Gajah Mada, tepatnya di sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Baca Juga: Gagal Promosi, Pelatih Sumsel United Janjikan Happy Ending

Aparat kepolisian mengerahkan mobil water cannon untuk mengurai massa yang masih bertahan di lokasi, meski waktu aksi dinilai telah melampaui batas.

Sejumlah peserta aksi terlihat melempari petugas dengan batu dan botol minuman.

Aksi tersebut memicu respons aparat untuk mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas.

Baca Juga: Besok Terbang ke Madinah, Kloter 1 Haji Sumsel Bawa Jemaah Tertua 91 Tahun

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, mengatakan pembubaran dilakukan setelah kondisi di lapangan tidak lagi kondusif.

4. Peserta Aksi Anarkis Diamankan

Dalam proses pembubaran, polisi juga mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam tindakan anarkis.

Selanjutnya mereka akan diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.