Sumsel

Spesifikasi Rudal BrahMos Buatan India yang Dibeli Indonesia, Dijuluki Senjata Paling Mematikan di Dunia

Septiyanti Dwi Cahyani | 14 Maret 2026, 09:30 WIB
Spesifikasi Rudal BrahMos Buatan India yang Dibeli Indonesia, Dijuluki Senjata Paling Mematikan di Dunia
Rudah BrahMos buatan India yang dibeli Indonesia (Dok. Bussines Today)

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah Indonesia dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan India untuk membeli sistem rudal jelajah supersonik, BrahMos.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan guna memperkuat benteng maritim nusantara.

Rudal ini bahkan dijuluki sebagai salah satu senjata operasional tercepat dan paling mematikan di dunia.

Baca Juga: 5 Fakta Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras OTK, Harus Operasi dan Sempat Diteror Usai Vokal UU TNI

Seperti apa kecanggihannya? Simak ulasannya berikut ini.

Bukan Rudal Jelajah Biasa

BrahMos bukanlah rudal jelajah biasa, senjata ini mampu melesat dengan kecepatan antara Mach 2,8 hingga Mach 3 (sekitar 3.458 km/jam) atau nyaris tiga kali lipat kecepatan suara.

Baca Juga: Penerimaan Polri 2026: Syarat, Cara Daftar hingga Tahapan Seleksi

Dengan kecepatan sekitar 1 kilometer per detik, rudal ini diklaim sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara musuh.

Tingginya kecepatan tersebut juga menghasilkan energi kinetik sembilan kali lebih besar dibandingkan rudal jelajah subsonik sejenis.

Daya Hantam Sangat Kuat

Baca Juga: Jadwal Bioskop Palembang Minggu 15 Maret 2026, Spesial Ramadan Harga Tiket Mulai Rp20000

Rudal BrahMos disebut memiliki hulu ledak seberat 200 hingga 300 kilogram.

Daya hancur BrahMos saat menghantam target, seperti kapal perang atau pangkalan militer menjadi sangat masif.

Berdasarkan dari situs resmi perusahaannya, BrahMos Aerospace, Rudal dengan jangkauan operasional 290 hingga 400 kilometer ini mengadopsi sistem fire-and-forget. Artinya, setelah target dikunci dan rudal ditembakkan, BrahMos akan mencari serta menghajar sasarannya secara otomatis tanpa memerlukan panduan tambahan dari platform peluncur.

Baca Juga: Kasus Campak Melonjak, Dinkes Palembang Gencarkan Vaksinasi Tambahan Jelang Lebaran

Produksi BrahMos Aerospace

BrahMos sejatinya adalah rudal jelajah supersonik hasil kongsi strategis antara India dan Rusia.

Persenjataan mutakhir ini diproduksi oleh BrahMos Aerospace, sebuah perusahaan gabungan yang melibatkan badan riset pertahanan India dengan raksasa industri militer Rusia.

Baca Juga: Kawal Arus Mudik 2026, Basarnas Resmi Gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 H

Navigasi Sangat Presisi

Navigasi Rudal BrahMos sangay presisi berkat panduan Inertial Navigation System (INS) yang dipadukan dengan satelit GPS dan GLONASS, serta Active Radar Homing di fase akhir.

Dalam lintasan penerbangannya, BrahMos akan melesat hingga ketinggian jelajah maksimum 15 kilometer.

Baca Juga: Cek HP Istri, Suami di Palembang Aniaya Istri Gara-gara Aplikasi Terkunci

Hal yang paling mengerikan terjadi saat memasuki fase akhir serangan, rudal ini akan bermanuver sea-skimming, terbang sangat rendah menyapu permukaan laut di ketinggian 3 hingga 5 meter saja, sehingga nyaris mustahil dideteksi oleh radar musuh.

Spesifikasi Rudal BrahMos

Ukuran Fisik:

Baca Juga: BNNP Sumsel Musnahkan 9.679 Ekstasi dan Ratusan Liquid Vape Etomidate

  • Panjang: 8,4 meter

  • Diameter: 0,6 meter

  • Berat body: 3000 kilogram (versi darat dan laut) dan 2500 kilogram (versi udara).

Mesin:

Dapur pacunya dilengkapi dengan dua sistem, yaitu:

  • Pendorong roket dengan bahan bakar padat untuk lontaran awal

  • Mesin ramjet dengan bahan bakar cair untuk mempertahankan kecepatan super sonik.

Baca Juga: H-8 Lebaran 2026, Arus Penyeberangan Tanjung Api-Api–Muntok Masih Normal

Keistimewaan Lainnya:

  • Bersifat multi-platform atau fleksibel karena dapat diluncurkan dari peluncur truk berbasis darat (TLC), kapal perang permukaan, kapal selam, hingga pesawat tempur di udara. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.