Sumsel

Ratu Dewa Minta Orang Tua Bersabar, PJJ Palembang Menunggu ISPU Stabil

Deny Wahyudi | 15 September 2026, 16:38 WIB
Ratu Dewa Minta Orang Tua Bersabar, PJJ Palembang Menunggu ISPU Stabil

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang masih mengkaji kelanjutan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa tingkat TK, SD, dan SMP di tengah kondisi kualitas udara yang belum stabil.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, keputusan terkait pembelajaran akan mempertimbangkan dua indikator utama, yakni kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menurutnya, kondisi udara di Palembang masih berubah-ubah. Data terbaru menunjukkan ISPU berada di angka 174 atau masuk kategori tidak sehat. Bahkan, kondisi udara pada pagi hari sempat berada pada kategori sangat tidak sehat.

"ISPU tidak sehat 174, di mana pada pagi hari sangat tidak sehat. Makanya kita akan kaji dari ISPU, dari ISPA sehingga akan menjadi kebijakan akan datang seperti apa kelanjutannya," kata Ratu Dewa.

Baca Juga: PJJ di Palembang Belum Ditentukan Sampai Kapan, Tunggu ISPU dan ISPA Stabil

Ratu Dewa menyebut kondisi tersebut membuat Pemkot Palembang harus berhati-hati dalam menentukan pola pembelajaran bagi siswa.

Sebab, kondisi kualitas udara dapat berubah dari sehat menjadi tidak sehat hingga mendekati kategori berbahaya.

"Karena kita harus mengacu ke ISPU dan ISPA karena saat ini masih fluktuatif, kadang mendekati berbahaya, tidak sehat ataupun sehat," ujarnya.

Orang Tua Terbelah soal PJJ

Di sisi lain, Ratu Dewa mengaku menerima banyak pesan langsung dari orang tua siswa terkait pelaksanaan PJJ.

Sebagian orang tua meminta pembelajaran tetap dilakukan secara daring demi mengurangi risiko anak terpapar udara buruk. Namun, ada pula orang tua yang menginginkan pembelajaran kembali dilakukan secara tatap muka.

"Saya banyak mendapat DM dari orang tua siswa terkait PJJ, di mana ada ortu yang ingin daring ataupun offline," katanya.

Pemkot juga mempertimbangkan kondisi orang tua yang tidak semuanya memiliki perangkat pendukung untuk mengikuti pembelajaran daring.

Karena itu, menurut Ratu Dewa, kebijakan tidak bisa hanya melihat kondisi kualitas udara, tetapi juga harus mempertimbangkan kesiapan siswa dan keluarga.

"Karena ada juga orang tua tidak punya hape, sehingga kita kaji nian dulu. Kepengen aku itu, ISPUnya stabil dulu, jangan sampai berbahaya, tidak sehat," ucapnya.

Baca Juga: Kabut Asap Belum Reda, PJJ Siswa TK hingga SMP di Palembang Berlanjut

Sebagai alternatif selain PJJ maupun pembelajaran tatap muka dengan jadwal normal, Pemkot Palembang kini mempertimbangkan penyesuaian jam sekolah.

Salah satu opsi yang sedang dikaji yakni memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 atau 09.00 WIB. Sementara waktu pulang siswa akan dipercepat.

Langkah tersebut dinilai dapat menjadi jalan tengah apabila kondisi udara membaik tetapi belum sepenuhnya stabil.

"Jadi kita ambil solusi apakah jamnya kita mundur ke lagi atau jam 8, 9, baliknya dipercepat nantinya, dan kita cari dulu formulanya seperti apa," ujar Ratu Dewa.

Ia juga menyampaikan adanya laporan mengenai penurunan kasus ISPA, terutama pada kelompok usia 15 hingga 50 tahun.

Meski demikian, Pemkot Palembang masih akan melihat perkembangan data ISPU dan ISPA sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

Ratu Dewa meminta para orang tua bersabar dan memastikan kebijakan yang diambil semata-mata untuk menjaga kesehatan anak-anak.

"Tolong bersabar dulu," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia