Sumsel

PJJ di Palembang Belum Ditentukan Sampai Kapan, Tunggu ISPU dan ISPA Stabil

Kurnia | 10 September 2026, 19:00 WIB
PJJ di Palembang Belum Ditentukan Sampai Kapan, Tunggu ISPU dan ISPA Stabil
Wali Kota Palembang Ratu Dewa

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang belum menentukan batas waktu pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, PJJ yang mulai diterapkan akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menurutnya, pembelajaran tatap muka baru akan dipertimbangkan kembali apabila kualitas udara sudah membaik dan kondisi kesehatan anak-anak dinilai lebih aman.

"Kita tidak bisa menentukan ini sampai kapan. Yang jelas, selama kondisi udara masih belum stabil, kita akan lakukan pembelajaran jarak jauh. Kita melihat indikator ISPU dan juga perkembangan kasus ISPA," kata Ratu Dewa, Rabu (9/9/2026).

Ratu Dewa memastikan kebijakan PJJ bukan berarti sekolah akan ditutup tanpa batas waktu. Pemkot Palembang akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Jika ISPU mulai stabil, kualitas udara membaik, serta kasus ISPA terkendali, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan kembali dipertimbangkan.

Baca Juga: Polda Sumsel Tetapkan 36 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 138,8 Hektare

"Jadi bukan berarti PJJ ini akan terus dilakukan tanpa evaluasi. Kita akan melihat perkembangan setiap hari," ujarnya.

Ia menilai kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan tersebut. Anak-anak dinilai lebih rentan terhadap dampak buruk dari paparan asap dan kualitas udara yang tidak sehat.

"Kesehatan anak-anak kita adalah hal yang tidak bisa ditawar. Jangan sampai anak-anak kita dipaksakan belajar tatap muka ketika kualitas udara sedang tidak baik," tegasnya.

Di sisi lain, Ratu Dewa meminta sekolah tidak membebani siswa dengan tugas berlebihan selama PJJ berlangsung.

Ia mengingatkan para guru agar pembelajaran dari rumah tetap berjalan secara proporsional, sehingga tidak menambah beban anak maupun orang tua.

Selain kegiatan belajar, Pemkot Palembang juga memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diupayakan berjalan.

Mekanisme distribusi MBG akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar kebutuhan nutrisi siswa tetap terpenuhi tanpa membuat anak terpapar asap secara berlebihan.

Ratu Dewa juga meminta orang tua ikut mengawasi aktivitas anak selama PJJ. Siswa diimbau tetap berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila kualitas udara masih buruk.

"Orang tua kami minta ikut mengawasi. Kalau tidak ada keperluan penting, anak-anak sebaiknya tetap di rumah. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kesehatan anak," katanya.

Untuk memastikan kebijakan berjalan, setiap kepala sekolah diwajibkan melaporkan pelaksanaan PJJ secara berjenjang kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang melalui bidang terkait.

Ratu Dewa kembali menegaskan, Pemkot Palembang tidak ingin mengambil risiko dengan membuka kembali sekolah ketika kondisi udara belum aman.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Palembang Mulai Terapkan Pembelajaran Daring Besok

"Prinsip kita sederhana, keselamatan anak-anak nomor satu. Kita akan terus pantau ISPU dan ISPA. Kalau keduanya sudah menunjukkan kondisi yang stabil dan aman, baru kita evaluasi untuk kembali ke pembelajaran tatap muka," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia