Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Palembang Sebar 16.500 Masker ke Masyarakat

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang membagikan 16.500 masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker dilakukan pada Senin (24/8/2026) pagi di sejumlah titik keramaian Kota Palembang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Sebanyak 2.000 masker dibagikan di Simpang Charitas dan dipimpin langsung Ratu Dewa.
Sementara itu, 2.000 masker dibagikan di Simpang Lima Lampu Merah DPRD Sumsel yang dipimpin Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin.
Kemudian, 2.000 masker lainnya dibagikan di Simpang Lampu Merah Flyover Polda Sumsel yang dipimpin Asisten III Pemkot Palembang Ahmad Bastari Yusak.
Baca Juga: Pagi ini, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Tidak Sehat
Pemkot Palembang juga menyalurkan masing-masing 500 masker kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Kodim 0418/Palembang dan Polrestabes Palembang.
Selain itu, masing-masing 500 masker disalurkan ke 18 kecamatan di Kota Palembang.
Pembagian masker dilakukan menyusul kondisi kualitas udara Palembang yang memburuk akibat kabut asap. Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palembang pada Senin pagi tercatat 195 dan masuk kategori tidak sehat.
Ratu Dewa mengatakan, kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, dampak kabut asap juga mulai terlihat pada sektor kesehatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang, tercatat 9.313 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 1 hingga 21 Agustus 2026.
"Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dan disiplin menjaga kesehatan serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," kata Ratu Dewa.
Ratu Dewa juga telah memerintahkan seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkot Palembang untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap.
Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat agar mendapat penanganan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, balita, serta masyarakat yang memiliki penyakit asma, jantung, diabetes dan tuberkulosis (TB) paru.
"Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan," ujarnya.
Ratu Dewa menambahkan, jika kondisi kesehatan memburuk atau terjadi keadaan darurat, masyarakat diminta segera mendatangi rumah sakit.
Seluruh OPD terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang semakin terasa di Kota Palembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









