Jelang Dua Laga Berat, Timnas Indonesia Minta Jangan Ada Laser dan Kualitas Rumput yang Baik

AKURAT.CO SUMSEL Timnas Indonesia akan menghadapi dua tantangan berat dalam lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda, yang dipimpin oleh pelatih Shin Tae-yong, akan menjalani laga pertama melawan Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, pada 10 Oktober 2024, sebelum bertolak ke China untuk menghadapi tim tuan rumah di Stadion Qingdao Youth Football, Qingdao, pada 15 Oktober mendatang.
Menyadari besarnya tantangan dalam kedua laga ini, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menegaskan bahwa Timnas Indonesia telah melakukan segala persiapan yang diperlukan.
"Kami sudah mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa menghambat perjalanan tim," ujar Sumardji, Senin (7/10/2024).
Salah satu perhatian utama Timnas Indonesia adalah perilaku suporter Bahrain yang kerap menggunakan sinar laser untuk mengganggu konsentrasi pemain lawan. Jepang menjadi korban dari insiden ini dalam pertandingan sebelumnya melawan Bahrain, meskipun akhirnya Samurai Biru berhasil menang dengan skor telak 0-5.
Sumardji menegaskan bahwa tindakan gangguan seperti ini akan diantisipasi dengan serius.
"Terkait laser, kami akan bersurat ke Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) jika Timnas Indonesia dirugikan," kata Sumardji.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan bukti berupa foto dan video dari insiden laser yang dialami Jepang, yang akan diajukan jika situasi serupa terjadi pada laga nanti.
"Saya tidak ingin hal serupa terjadi kepada Timnas Indonesia. Jika ada penggunaan laser, kami akan meminta hukuman berat bagi Bahrain karena hal ini bisa sangat mengganggu konsentrasi pemain," tegas Sumardji.
Selain Bahrain, laga melawan China di Qingdao juga menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi lapangan. Menurut laporan dari tim utusan PSSI yang telah melakukan inspeksi di Stadion Qingdao Youth Football, kondisi rumput lapangan dinilai belum layak untuk menggelar pertandingan internasional.
"Kami mendapat informasi bahwa kualitas rumput di stadion tersebut masih kurang memadai dan belum layak untuk menyelenggarakan pertandingan internasional," ungkap Sumardji.
Kekhawatiran utama adalah risiko cedera yang bisa meningkat jika pemain bertanding di lapangan yang tidak memadai.
Sumardji berharap pihak media juga turut memantau perkembangan kondisi stadion di China agar situasi ini bisa mendapatkan perhatian lebih lanjut.
"Kami akan terus mengawasi situasi ini, dan berharap kondisi lapangan bisa diperbaiki sebelum pertandingan dimulai," tambahnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 5Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 8Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







