Cara Cek Beras Fortifikasi agar Tak Salah Beli, Jangan Hanya Lihat Warnanya

AKURAT.CO SUMSEL Beras fortifikasi tengah menjadi perhatian masyarakat setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah produk yang diduga mencantumkan klaim kandungan gizi yang tidak sesuai.
Kondisi tersebut membuat konsumen perlu lebih teliti sebelum membeli beras fortifikasi. Sebab, tampilan fisik beras tidak cukup untuk memastikan kandungan vitamin dan mineral di dalamnya.
Lantas, bagaimana cara mengenali beras fortifikasi dan memastikan produk yang dibeli sesuai dengan klaim pada kemasannya?
Apa Itu Beras Fortifikasi?
Fortifikasi merupakan proses penambahan zat gizi tertentu ke dalam bahan pangan. Menurut World Health Organization (WHO), fortifikasi menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kekurangan zat gizi mikro di masyarakat.
Pada beras, zat gizi yang dapat ditambahkan antara lain zat besi, seng, selenium, asam folat, serta sejumlah vitamin B dan vitamin E.
Penambahan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien masyarakat. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan informasi kandungan gizi yang tercantum pada kemasan.
Bagaimana Proses Fortifikasi Beras?
Beras fortifikasi dibuat dengan mencampurkan beras reguler dengan fortified rice kernels (FRK) atau butiran beras yang telah diperkaya zat gizi.
Dalam prosesnya, FRK dicampurkan menggunakan mesin dengan perbandingan tertentu sehingga menyatu dengan beras reguler. Secara umum, hasil akhirnya tetap menyerupai beras biasa.
Baca Juga: Bocoran Harga iPhone 18 Pro Max dan iPhone Duo, Mulai dari Rp29,9 Juta
Namun, sebagian FRK dapat memiliki warna yang sedikit berbeda dari beras reguler. Butirannya bisa terlihat lebih kekuningan atau lebih gelap.
Karena itu, konsumen sebaiknya tidak langsung membuang butiran yang tampak berbeda ketika mencuci beras.
Cara Mengecek Beras Fortifikasi
Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan konsumen ketika membeli beras fortifikasi.
1. Periksa keterangan pada kemasan
Pastikan kemasan menyebutkan bahwa produk merupakan beras fortifikasi. Jangan hanya berpatokan pada nama atau desain kemasan.
2. Baca tabel kandungan gizi
Perhatikan informasi vitamin dan mineral yang dicantumkan produsen. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk mengenai zat gizi yang diklaim terdapat dalam produk.
3. Perhatikan butiran beras
FRK yang digunakan dalam fortifikasi dapat memiliki warna berbeda dibandingkan beras reguler. Butiran yang terlihat agak kuning atau lebih gelap tidak otomatis berarti beras rusak.
4. Pastikan izin edar
Konsumen juga perlu memastikan produk memiliki izin edar sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi mengenai produsen dan legalitas produk dapat diperiksa sebelum membeli.
5. Jangan hanya menilai dari penampilan
Beras yang sangat putih, bersih, atau mengilap belum tentu memiliki kandungan nutrisi sesuai klaim fortifikasi. Kandungan vitamin dan mineral tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat kondisi fisiknya.
Pemeriksaan Laboratorium Jadi Cara Paling Akurat
Meski sejumlah ciri dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal, tampilan beras tidak dapat memastikan kadar vitamin dan mineral secara pasti.
Untuk mengetahui apakah kandungan zat gizi sesuai dengan klaim pada label, diperlukan pengujian laboratorium.
Karena itu, konsumen yang menemukan produk dengan klaim kandungan gizi yang meragukan dapat mengandalkan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga berwenang sebelum mengambil keputusan pembelian.
Konsumen Perlu Lebih Teliti
Beras merupakan salah satu pangan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Karena itu, informasi mengenai kandungan gizi pada produk perlu diperhatikan, terutama ketika produk dipasarkan dengan klaim sebagai beras yang telah diperkaya vitamin dan mineral.
Konsumen sebaiknya tidak mudah tergiur dengan harga atau klaim kesehatan pada kemasan. Memeriksa label, kandungan gizi, legalitas produk, serta informasi resmi mengenai produk menjadi langkah penting sebelum membeli.
Dengan begitu, masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak hanya mengandalkan tampilan fisik beras untuk menentukan kualitas maupun kandungan gizinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







