Netanyahu Tegaskan Israel Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah

AKURAT.CO SUMSEL Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan militernya tidak akan ditarik dari Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan saat Netanyahu mengunjungi wilayah Gaza.
Dalam video yang dirilis kantor Netanyahu dan unggahan di platform X, ia mengatakan militer Israel masih mempertahankan posisi di sepanjang Garis Kuning (Yellow Line).
Menurutnya, pasukan Israel akan tetap berada di wilayah tersebut sampai target pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza tercapai.
Netanyahu juga mengklaim Israel saat ini menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza. Ia menegaskan penguasaan tersebut diperlukan untuk mencegah Gaza kembali menjadi ancaman keamanan bagi Israel.
"Kita melakukan segala cara untuk mencapai tujuan kita, yaitu melucuti senjata Hamas dan mendemiliterisasi Gaza. Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel," ujar Netanyahu.
Tolak Penarikan Pasukan
Netanyahu juga secara terbuka menolak skenario penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Ia bahkan menyatakan tidak mengikuti pandangan mantan anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz, yang sebelumnya disebut mendorong Israel untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Baca Juga: Daftar 11 Ruas Tol Trans Sumatera dengan Diskon 10 Persen, Berlaku 4-6 September 2026
Menurut Netanyahu, keberadaan pasukan Israel di wilayah yang kini mereka kuasai merupakan bagian dari strategi untuk mempertahankan posisi dan memastikan tujuan militernya tercapai.
Langkah tersebut juga disebut melampaui wilayah yang sebelumnya ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat pada Oktober 2025.
Serangan Masih Berlangsung
Di tengah pernyataan Netanyahu tersebut, laporan mengenai korban sipil akibat operasi militer Israel di Gaza masih bermunculan.
Pada Rabu, sumber-sumber Palestina melaporkan serangan terhadap kawasan pengungsian di Jabalia, Gaza utara. Serangan drone juga dilaporkan menyasar kerumunan warga di kawasan tersebut.
Kompleks Medis Al-Shifa menyatakan menerima dua jenazah warga Palestina, termasuk seorang remaja berusia 16 tahun.
Di Gaza tengah, Rumah Sakit Al-Aqsa juga melaporkan seorang perempuan meninggal setelah mengalami luka tembak serius di Deir al-Balah.
UNICEF turut menyatakan keprihatinan atas keselamatan anak-anak di Gaza. Badan PBB tersebut melaporkan tiga anak berusia antara 3 dan 13 tahun tewas dalam periode 24 jam.
Kekerasan Meluas ke Tepi Barat
Ketegangan juga terus terjadi di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan dua remaja berusia 19 dan 16 tahun tewas akibat tembakan tentara Israel di sebuah desa di utara Ramallah pada Rabu malam.
Bulan Sabit Merah Palestina juga melaporkan menangani dua warga yang mengalami luka tembak dalam insiden yang melibatkan pemukim Israel dan pasukan Israel di Desa al-Mughayyir.
Di wilayah lain, Wali Kota Beita Rabee' al-Shurafa mengatakan pemukim Israel membakar sejumlah kendaraan dan menyerang rumah warga Palestina. Pembongkaran bangunan juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Uni Eropa Soroti Proyek Pemukiman
Situasi tersebut mendapat perhatian dari Uni Eropa. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas memperingatkan Israel mengenai proyek pembangunan pemukiman E1 di Tepi Barat.
Kallas menilai pembangunan tersebut dapat semakin mempersempit peluang terbentuknya negara Palestina dan mengancam prospek solusi dua negara.
Peringatan itu muncul setelah Israel menerbitkan tender pembangunan 1.234 unit hunian pada Agustus. Rencana tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan ribuan unit hunian di kawasan timur Yerusalem.
Baca Juga: Pasokan Pangan Terancam El Nino, Inflasi Sumsel Diprediksi Menguat
Dengan Netanyahu menegaskan pasukan Israel tidak akan meninggalkan Gaza dan kekerasan masih terjadi di Gaza serta Tepi Barat, tekanan internasional terhadap kebijakan Israel di wilayah Palestina kembali menjadi sorotan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu




