Sumsel

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Pagi Ini, Berikut 3 Link untuk Pantau Sebaran Abu Vulkanik

Septiyanti Dwi Cahyani | 8 September 2026, 12:00 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Pagi Ini, Berikut 3 Link untuk Pantau Sebaran Abu Vulkanik
Citra satelit sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. - (Dok. BMKG)

AKURAT. CO SUMSEL - Gunung Anak Krakatau dilaporkan erupsi lagi hari ini.

Dilansir situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi hari ini, Selasa (8/9/2026). Erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:08 WIB. Visual letusan tidak teramati," tulis PVMBG.

Baca Juga: Yusril Bantah Jadi Penulis Buku Islam Ala Prabowo: Mengaku Hanya Jadi Narasumber

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik.

Erupsi kedua terjadi pukul 05.34 WIB dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm.

Baca Juga: Badan Sering Pegal-Pegal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Durasi erupsi 10 detik. Masyarakat pun diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan menjauhi aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Link Pemantauan Sebaran Abu Vulkanik

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau selama 24 jam karena sebaran abu bisa berubah mengikuti aktivitas erupsi serta kondisi atmosfer.

Berdasarkan perkembangan terkini, BMKG memprakirakan sebaran abu bergerak menjauhi wilayah Indonesia per hari ini pukul 04.00 WIB.

Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Sampai Kapan? Ini Penjelasan Para Ahli

Di sisi lain, PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 8 September 2026 pukul 04.00 WB, melaporkan telah teridentifikasi sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft (1,8 km) teramati ke arah Selatan-Barat Daya, mencakup Samudera Hindia Barat Laut Banten.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan sebaran abu Anak Krakatau melalui internet atau dari ponsel (HP), setidaknya ada tiga kanal yang bisa digunakan. Berikut daftarnya:

1. Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG

Pilihan pertama adalah laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG. Situs ini bisa diakses melalui URL: https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-abu-vulkanik.

Baca Juga: Pusri Gelar Pelatihan Menjahit Kampung Sehati, Wujudkan Ekonomi Sirkular

Laman ini menampilkan citra satelit terbaru mengenai sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

Pada petanya, hasil analisis abu vulkanik ditampilkan dengan warna merah dan ditandai menggunakan poligon berwarna kuning.

BMKG menjelaskan produk tersebut dibuat berdasarkan informasi aktivitas gunung berapi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.

Baca Juga: Bansos September 2026 Cair, Cek PKH, BPNT hingga Beras 10 Kg

Karena berupa citra satelit, pengguna dapat memperoleh gambaran mengenai wilayah yang sedang terdampak dan arah sebaran abu dari erupsi Anak Krakatau.

BMKG juga mengingatkan bahwa citra satelit yang digunakan kembali harus mencantumkan BMKG sebagai sumber dan tidak boleh dipotong sehingga logo serta keterangan sumber hilang.

2. Instagram resmi BMKG

Informasi yang lebih mudah dicerna juga bisa dipantau melalui akun Instagram resmi BMKG, @InfoBMKG.

Baca Juga: Wali Kota Ratu Dewa Dampingi Gubernur Sumsel Tinjau Posko Karhutla di Kecamatan Kertapati Palembang

BMKG menggunakan kanal media sosialnya untuk menyampaikan berbagai informasi dan pembaruan kepada masyarakat.

Dalam siaran pers terbarunya mengenai Anak Krakatau, BMKG juga secara khusus mengarahkan masyarakat agar mendapatkan informasi dari kanal resmi BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta instansi pemerintah yang berwenang.

Akun Instagram yang dicantumkan BMKG sebagai kanal resminya adalah @InfoBMKG.

Baca Juga: Kualitas Udara di Palembang Malam Ini Sangat Tidak Sehat

Kanal ini bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin melihat pembaruan kondisi tanpa harus membaca citra satelit secara langsung.

Namun, untuk informasi teknis dan peta sebaran yang lebih rinci, laman citra satelit BMKG tetap menjadi rujukan yang lebih tepat.

3. Dashboard abu.cikoytew.my.id

Alternatif lainnya adalah situs abu.cikoytew.my.id.

Baca Juga: Hunian Hotel Berbintang di Sumsel Melesat, Juni Capai 55,16 Persen

Berbeda dari dua kanal sebelumnya, situs ini bukan situs resmi pemerintah.

Situs tersebut merupakan dashboard pihak ketiga yang menggabungkan sejumlah sumber data mengenai aktivitas gunung berapi dan abu vulkanik.

Menurut keterangan di situsnya, data utama mengenai sebaran abu berasal dari VAAC Darwin, lembaga yang mengeluarkan informasi abu vulkanik untuk kepentingan keselamatan penerbangan di wilayahnya.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Herman Deru Khawatir Ekonomi Sumsel Terdampak

Dashboard tersebut menyediakan pencarian berdasarkan gunung dan kota, status erupsi, jarak sebaran abu ke kota, lini waktu pergerakan abu, hingga informasi arah angin di sekitar kawah.

Ada pula informasi sulfur dioksida (SO2) dan peta yang menggunakan data pemodelan CAMS/ECMWF melalui Windy.

Untuk status aktivitas gunung, dashboard tersebut menyebut melakukan pemeriksaan silang dengan data PVMBG, sedangkan informasi abu di udara mengacu pada advisory VAAC Darwin.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 FE Resmi Rilis di Indonesia, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Karena merupakan layanan pihak ketiga, informasi dari situs tersebut sebaiknya tetap dibandingkan dengan sumber resmi seperti BMKG dan PVMBG, terutama apabila digunakan untuk mengambil keputusan terkait keselamatan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.