Sumsel

Prabowo Pastikan Indonesia Masuk Jajaran Negara Teraman Bila Terjadi Perang Dunia III

Septiyanti Dwi Cahyani | 9 April 2026, 08:00 WIB
Prabowo Pastikan Indonesia Masuk Jajaran Negara Teraman Bila Terjadi Perang Dunia III
Presiden Prabowo saat memberi taklimat kepada menteri dan jajaran pemerintah lainnya.

AKURAT. CO SUMSEL - Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia akan menjadi salah satu negara paling aman bila terjadi Perang Dunia III.

Hal ini disampaikan saat Prabowo memberi taklimat kepada seluruh menteri, pejabat eselon I kementerian/lembaga hingga para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (8/4/2026).

Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai kondisi Indonesia lebih baik dari kebanyakan negara lain.

Baca Juga: Antisipasi Pemerintah Hadapi El Nino: Pastikan Stok Pangan Aman hingga Siapkan Dana Rp4 T untuk Pompanisasi

Menurutnya, Indonesia sangat aman dari perang tercermin dari banyaknya penduduk Rusia dan Ukraina yang memilih tinggal di Bali ketika terjadi perang di negara mereka.

Bantah Narasi Indonesia Gelap

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengatakan dirinya tidak percaya bahwa kondisi Indonesia saat ini gelap.

Baca Juga: Sinopsis dan Daftar Pengisi Suara Crayon Shinchan The Movie Super Hot The Spicy Kasukabe Dancers

Sebelumnya, narasi "Indonesia Gelap" pernah menjadi tajuk salah satu demonstrasi yang memprotes kebijakan pemerintahan Prabowo pada awal 2025.

Prabowo lalu memberi contoh yang dia nilai menunjukkan keamanan di Indonesia.

Di Bali, kata dia, ada banyak warga negara Rusia dan Ukraina saat kedua negara tersebut tengah berperang.

Baca Juga: Tetap Sesuai Rencana, Jemaah Haji 2026 Berangkat Mulai 22 April

Prabowo pun melihat kondisi itu sebagai peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu negara tujuan investasi yang paling diminati.

Rencana Pembangunan Kawasan Keuangan Khusus

Saat ini, kata Prabowo, pemerintahannya berencana membangun Kawasan Keuangan Khusus (Special Financial Zone/SFZ).

Baca Juga: WFH ASN Sumsel Mulai Berlaku, Tak Semua Bisa Kerja dari Rumah

Tujuannya untuk menjadi wadah bagi para pelancong hingga warga negara asing yang negaranya mengalami perang untuk berinvestasi di Indonesia.

Pemerintah menyatakan mereka nantinya bisa menanamkan investasinya dengan insentif pajak yang menarik hingga regulasi yang lebih ringan.

Presiden menyebutkan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan untuk membangun SFZ di Bali.

Baca Juga: Harga Pangan di Sumsel Masih Berfluktuasi Pascalebaran, Bawang dan Cabai Cenderung Naik

Rencana ini menjadi pertimbangan sejak pembahasan dilakukan beberapa tahun lalu.

Dengan adanya kawasan ini, pemerintah berharap nantinya investasi masuk dari negara yang saat ini dalam kondisi peperangan.

Misalnya dari kawasan Timur Tengah atau Rusia dan Ukraina, bisa beralih ke Indonesia yang lebih aman dari perang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.