Sumsel

Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Septiyanti Dwi Cahyani | 15 September 2026, 08:00 WIB
Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
Peta risiko regional ancaman Gempa Megathrust di Pulau Jawa.

AKURAT. CO SUMSEL - Pembahasan mengenai Gempa Megathrust kembali mencuat ke permukaan publik, terutama sejak 6 gunung di Indonesia mengalami erupsi bersamaan pada awal September 2026.

Pembahasan ini cukup memicu kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir atau kawasan yang berhadapan dengan kawasan subduksi.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui tentang gempa Megathrust, mulai dari prediksi kekuatan gempa hingga upaya mitigasi yang perlu disiapkan secara mandiri.

Baca Juga: Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Naik Jadi Menteri Keuangan

Apa Itu Gempa Megathrust?

Gempa megathrust sendiri adalah jenis gempa bumi yang sangat kuat dan terjadi di zona subduksi, tempat bertemunya lempeng tektonik di mana lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua atau lempeng di atasnya.

Kekuatan gempanya bisa mencapai magnitudo 8,0 hingga lebih dari 9,0 dan berpotensi menimbulkan tsunami. Pergerakan tiba-tiba di dasar laut dapat memicu gelombang tsunami besar yang membahayakan wilayah pesisir.

Secara keilmuan pengetahuan modern, belum dapat dapat dipastikan kapan, di mana, dan seberapa tepat gempa ini akan terjadi, sehingga mitigasi menjadi sangat penting.

Baca Juga: Kabut Asap Belum Reda, PJJ Siswa TK hingga SMP di Palembang Berlanjut

Bagaimana Upaya Mitigasinya?

Mitigasi megathrust bukan sebatas menyiapkan tas berisi makanan atau menunggu peringatan ketika gempa terjadi.

Kesiapsiagaan juga mencakup mengenali peta kerawanan, mengetahui jalur evakuasi, menentukan titik pertemuan keluarga, mengamankan dokumen, hingga berlatih mengambil keputusan dengan cepat.

Baca Juga: Lupa Kunci Pintu Mobil, Tas Berisi iPhone 16 Pro dan Barang Berharga Rp27 Juta Raib

1. Kenali Risiko Lingkungan dan Peta Kerawanan di Sekitar

Langkah pertama dalam mitigasi megathrust adalah mengetahui seberapa besar risiko di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, sekolah, maupun lokasi yang sering dikunjungi.

Masyarakat yang berada di kawasan pesisir perlu mengetahui apakah wilayah tersebut termasuk area rawan tsunami serta sejauh mana posisi bangunan dari pantai, sungai yang terhubung ke laut, dan kawasan rendah yang berpotensi terdampak.

Peta kerawanan dan jalur evakuasi dapat membantu memberikan gambaran mengenai daerah yang perlu dihindari serta lokasi yang dapat dituju setelah gempa kuat.

Jangan hanya menghafal satu rute, jalan utama dapat mengalami kerusakan, tertutup puing, macet, atau tidak dapat dilewati sehingga sebaiknya tersedia setidaknya satu alternatif yang sudah dikenali sebelumnya.

Tandai pula titik kumpul sementara dan lokasi pengungsian akhir yang telah ditetapkan di daerah masing-masing agar anggota keluarga tidak bergerak tanpa arah ketika komunikasi sulit dilakukan.

Baca Juga: Lupa Kunci Pintu Mobil, Tas Berisi iPhone 16 Pro dan Barang Berharga Rp27 Juta Raib

2. Ketahui Rute Evakuasi dan Tempat Aman

Jika tinggal atau beraktivitas di kawasan dengan risiko tsunami, pahami lokasi tempat tinggi atau fasilitas evakuasi yang telah ditentukan.

Setelah merasakan gempa yang sangat kuat atau berlangsung cukup lama di wilayah pesisir, jangan menghabiskan waktu untuk mengambil terlalu banyak barang.

Lindungi diri selama guncangan berlangsung, kemudian lakukan evakuasi sesegera mungkin setelah kondisi memungkinkan.

Baca Juga: Tagih Utang Rp250 Ribu, Remaja 17 Tahun di Palembang Malah Dikeroyok hingga Jalani Operasi

3. Tas Siaga Bencana untuk Kebutuhan Dasar

Tas siaga bencana sebaiknya sudah tersedia sebelum kondisi darurat terjadi dan ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dengan isi perlengkapan sebagai berikut:

  • Air minum dan makanan praktis yang tahan lama.

  • Kotak P3K dan obat-obatan pribadi.

  • Perlengkapan sanitasi dan kebersihan dasar.

  • Pakaian ganti secukupnya.

  • Masker.

  • Senter dan baterai cadangan.

  • Peluit untuk meminta bantuan.

  • Powerbank yang telah terisi.

Jangan lupakan dokumen penting seperti sertifikat, akta, polis, atau dokumen kepemilikan lainnya juga perlu dimasukkan ke dalam tas siaga bencana.

Baca Juga: Dua Hari Dicari, Nelayan 64 Tahun yang Tenggelam di Perairan Sumsang Ditemukan Tewas

4. Siapkan Rencana Darurat Bersama Seluruh Anggota Keluarga

Tentukan siapa yang bertanggung jawab membantu anak, lansia, atau anggota keluarga lain yang membutuhkan pendampingan.

Tentukan pula siapa yang mengambil tas siaga jika situasi memungkinkan serta apa yang harus dilakukan setiap anggota keluarga bila bencana terjadi ketika mereka sedang berada di lokasi yang berbeda.

Buat titik pertemuan yang mudah dikenali apabila jaringan telepon atau internet tidak berfungsi.

Baca Juga: Empat Bulan Kabur ke Kayuagung, Buruh di Palembang Ditangkap Usai Kembali ke Kota

5. Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa?

Ketika guncangan terjadi, prioritas pertama adalah melindungi diri dari benda jatuh, pecahan kaca, lemari, dan bagian bangunan yang dapat runtuh.

Jika berada di dalam bangunan yang masih aman, lindungi kepala dan tubuh, berlindung di bawah perabot kokoh bila tersedia, serta berpegangan hingga guncangan berhenti.

Hindari berlari keluar secara terburu-buru ketika benda-benda masih berjatuhan.

Setelah guncangan berhenti, perhatikan kondisi sekitar sebelum bergerak.

Baca Juga: Besi Hilang Picu Cekcok di Kantor Lurah Palembang, Pria Terluka Disabet Pedang

Demikian informasi seputar Gempa Megathrust dan hal-hal yang perlu dipersiapkan.

Pastikan memantau informasi lebih lengkaop melalui akun resmi BMKG atau BNPB secara berkala. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.