Sumsel

5 Cara Menjaga Kesehatan Saat Kabut Asap, Jangan Abaikan Kondisi Udara

Kurnia | 7 September 2026, 11:19 WIB
5 Cara Menjaga Kesehatan Saat Kabut Asap, Jangan Abaikan Kondisi Udara

AKURAT.CO SUMSEL Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama jika paparan berlangsung dalam waktu lama.

Partikel halus seperti PM2.5 yang terkandung dalam asap dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi paparan.

Berikut lima cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saat kabut asap:

1. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Saat kualitas udara memburuk, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah, terutama olahraga atau kegiatan fisik yang membuat frekuensi pernapasan meningkat.

Jika harus keluar rumah, usahakan memilih waktu ketika kondisi udara lebih baik dan hindari lokasi dengan kepulan asap yang pekat.

2. Gunakan masker yang sesuai

Masker dapat membantu mengurangi paparan partikel udara. Untuk kondisi polusi asap yang tinggi, masker respirator seperti N95 atau KN95 dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan masker kain biasa.

Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini, Senin 7 September 2026: Ada yang Dapat Kabar Baik

Pastikan masker terpasang rapat menutupi hidung dan mulut.

3. Perbanyak minum air putih

Menjaga tubuh tetap terhidrasi penting ketika berada dalam kondisi udara yang kurang baik. Konsumsi air putih secara cukup juga membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan.

Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman yang dapat membuat tubuh kurang terhidrasi.

4. Jaga kualitas udara di dalam rumah

Tutup pintu dan jendela ketika asap dari luar masuk cukup banyak. Jika tersedia, penggunaan penyaring udara atau air purifier dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel di dalam ruangan.

Hindari pula aktivitas yang menghasilkan asap tambahan di dalam rumah, seperti membakar sampah atau merokok.

5. Perhatikan gejala gangguan kesehatan

Paparan asap dapat memicu berbagai keluhan, seperti batuk, mata perih, tenggorokan terasa mengganjal, sesak napas, sakit kepala hingga iritasi saluran pernapasan.

Jika muncul keluhan berat, terutama sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Dengan membatasi paparan asap dan menjaga kondisi tubuh, risiko gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara dapat ditekan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia