5 Cara Menjaga Kesehatan Saat Kabut Asap, Jangan Abaikan Kondisi Udara

AKURAT.CO SUMSEL Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama jika paparan berlangsung dalam waktu lama.
Partikel halus seperti PM2.5 yang terkandung dalam asap dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi paparan.
Berikut lima cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saat kabut asap:
1. Kurangi aktivitas di luar ruangan
Saat kualitas udara memburuk, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah, terutama olahraga atau kegiatan fisik yang membuat frekuensi pernapasan meningkat.
Jika harus keluar rumah, usahakan memilih waktu ketika kondisi udara lebih baik dan hindari lokasi dengan kepulan asap yang pekat.
2. Gunakan masker yang sesuai
Masker dapat membantu mengurangi paparan partikel udara. Untuk kondisi polusi asap yang tinggi, masker respirator seperti N95 atau KN95 dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan masker kain biasa.
Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini, Senin 7 September 2026: Ada yang Dapat Kabar Baik
Pastikan masker terpasang rapat menutupi hidung dan mulut.
3. Perbanyak minum air putih
Menjaga tubuh tetap terhidrasi penting ketika berada dalam kondisi udara yang kurang baik. Konsumsi air putih secara cukup juga membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan.
Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman yang dapat membuat tubuh kurang terhidrasi.
4. Jaga kualitas udara di dalam rumah
Tutup pintu dan jendela ketika asap dari luar masuk cukup banyak. Jika tersedia, penggunaan penyaring udara atau air purifier dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel di dalam ruangan.
Hindari pula aktivitas yang menghasilkan asap tambahan di dalam rumah, seperti membakar sampah atau merokok.
5. Perhatikan gejala gangguan kesehatan
Paparan asap dapat memicu berbagai keluhan, seperti batuk, mata perih, tenggorokan terasa mengganjal, sesak napas, sakit kepala hingga iritasi saluran pernapasan.
Jika muncul keluhan berat, terutama sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Dengan membatasi paparan asap dan menjaga kondisi tubuh, risiko gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara dapat ditekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






