5 Tips Membuat Klapertart Lembut dan Tidak Berair, Perhatikan Kelapanya

AKURAT.CO SUMSEL Klapertart dikenal sebagai salah satu sajian khas Manado yang memiliki cita rasa manis, gurih, dan tekstur lembut. Kue yang mendapat pengaruh kuliner Belanda ini menggunakan custard, kelapa muda, susu, serta telur sebagai bahan utamanya.
Berbeda dari kue pada umumnya, klapertart memiliki tekstur yang cenderung creamy dan lembut.
Namun, proses pembuatannya cukup tricky. Salah takaran bahan atau terlalu lama memasak dan memanggang bisa membuat klapertart menjadi keras, terlalu cair, bahkan berair.
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin membuat klapertart dengan tekstur lembut tetapi tetap kokoh. Berikut tipsnya.
1. Pilih kelapa muda dengan tekstur yang pas
Kelapa muda menjadi salah satu bahan penting dalam klapertart. Selain memberikan aroma khas, kelapa juga menentukan sensasi tekstur saat kue disantap.
Hindari menggunakan kelapa yang terlalu muda karena dagingnya cenderung terlalu lunak dan mudah hancur. Sebaliknya, kelapa yang terlalu tua memiliki tekstur keras dan lebih kering.
Baca Juga: Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
Pilih kelapa muda dengan daging yang masih lembut, tetapi cukup kokoh ketika digigit. Jika kesulitan memilihnya, kamu bisa meminta bantuan penjual kelapa untuk mendapatkan tingkat kematangan yang sesuai.
2. Jangan berlebihan menggunakan tepung
Custard klapertart membutuhkan tepung untuk membantu membentuk struktur. Tepung terigu dan maizena dapat digunakan untuk mendapatkan tekstur yang lembut sekaligus cukup kokoh.
Namun, takarannya perlu diperhatikan. Terlalu banyak tepung justru dapat membuat klapertart menjadi padat dan keras setelah matang.
Gunakan tepung secukupnya agar tekstur custard tetap creamy. Maizena juga dapat membantu menghasilkan tekstur yang lebih halus tanpa membuat rasa tepung terlalu dominan.
3. Perhatikan takaran susu dan air kelapa
Kombinasi susu dan air kelapa dapat memberikan rasa gurih, creamy, sekaligus memperkuat aroma kelapa pada klapertart.
Meski begitu, penggunaan cairan harus disesuaikan dengan resep. Cairan yang terlalu banyak dapat membuat adonan sulit set dan berisiko menghasilkan klapertart yang lembek atau berair.
Sebaliknya, terlalu sedikit cairan bisa membuat custard terlalu padat. Jadi, jangan mengandalkan perkiraan saat memasukkan susu maupun air kelapa. Gunakan takaran yang konsisten agar hasil akhirnya lebih mudah dikontrol.
4. Jangan terlalu lama memasak custard
Tahap memasak custard menjadi salah satu bagian yang paling menentukan tekstur klapertart.
Setelah bahan tercampur, adonan perlu terus diaduk agar tidak menggumpal atau gosong di bagian dasar panci. Gunakan api yang sesuai dan perhatikan perubahan teksturnya.
Ketika custard sudah mengental dan mulai menunjukkan tanda-tanda akan mendidih, segera angkat dari kompor. Memasaknya terlalu lama dapat membuat custard terlalu padat.
Kondisi tersebut bisa semakin terlihat setelah klapertart masuk ke dalam oven. Hasil akhirnya justru berpotensi lebih keras daripada tekstur lembut yang diinginkan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini: Saatnya Lebih Percaya Diri dan Fokus pada Tujuan
5. Panggang dengan teknik au bain-marie
Teknik au bain-marie dapat digunakan untuk membantu menjaga kelembutan klapertart selama proses pemanggangan.
Caranya, letakkan cetakan klapertart di dalam loyang berukuran lebih besar, kemudian tuangkan air ke loyang tersebut hingga mencapai sekitar separuh tinggi cetakan. Metode ini membantu menghasilkan panas yang lebih lembut dan merata.
Klapertart tidak perlu dipanggang terlalu lama. Durasi sekitar 15-30 menit dapat menjadi patokan, tetapi tetap sesuaikan dengan oven dan kondisi adonan. Bagian atasnya cukup dipanggang hingga tampak kecokelatan.
Jika menggunakan meringue sebagai topping, pastikan putih telur dikocok hingga mencapai tekstur yang tepat. Meringue yang tidak stabil dapat mengeluarkan cairan setelah dipanggang dan membuat permukaan klapertart menjadi berair.
Kunci membuat klapertart tidak keras dan berair
Membuat klapertart dengan tekstur lembut memang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan sejumlah jenis kue lainnya.
Mulai dari pemilihan kelapa, takaran tepung dan cairan, hingga proses memasak custard dan memanggang perlu dilakukan dengan tepat.
Kuncinya adalah jangan berlebihan dalam menggunakan bahan pengental dan cairan, serta hindari memasak custard maupun memanggang klapertart terlalu lama.
Dengan memperhatikan beberapa langkah tersebut, klapertart buatan sendiri bisa memiliki tekstur creamy, lembut, dan tetap kokoh saat disajikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





